Cari Apa

Saturday, November 25, 2017

Mencintai NKRI dengan Sederhana

Share it Please
“Sederhana bukan berarti tidak mencintai, namun sederhana adalah sebuah konteks yang tidak memberatkan dan cenderung dilakukan dengan lapang dada”
Indonesia namanya, sebuah negeri yang selalu dihati dan jiwa setiap orang yang tinggal dan pernah mengunjunginya. Hidup tenteram dan damai walau dalam perbedaan Agama, Suku, dan Ras. Kerukunan antar umat beragama, toleransi dan kebersamaan setiap etnis, hingga terciptanya kedamaian serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Mengutip kata Bung Karno, bahwa “perjuaganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.”

Proyeksi beliau tentang masa kini hampir betul adanya. Pertikaian bisa kita temui dimana-mana. Hampir setiap hari berita di televisi, koran, radio, dan media daring mengabarkan konflik antar warga dengan beragam latar masalah. Memang tak bisa dipungkiri Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dihuni oleh manusia dengan beragam etnis dan latar belakang budaya, sehingga untuk menyatukan visi memang sangat sulit jika tidak ada sikap lapang dada.

Pada dasarnya untuk membuktikan rasa cinta kita pada NKRI cukup sederhana, tidak perlu dengan pengorbanan yang berlebihan. Cukup dengan menerapkan lima kunci sederhana, yaitu:

Kunci 1: Kerukunan
Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin
Kerukunan antar masyarakat sebenarnya telah diterapkan oleh nenek moyang kita sejak zaman kerajaan dulu. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain dan saling membantu dalam kebaikan, ini dapat tercermin dari kegiatan-kegiatan bersama oleh TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga situasi lingkungan masyarakat yang kondusif.

Kunci 2: Toleransi

Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin
Saat ini di Negara kita bukan lagi hanya 6 agama yang bisa tercantum di status kependudukan, namun setiap agama kepercayaan juga bisa tercantum di kartu tanda penduduk setiap warga Negara. Dengan demikian, setiap orang bebas melaksanakan ibadahnya tanpa mengganggu dan diganggu oleh siapapun. Toleransi ini dapat tercermin dari saat lebaran tiba, tentara atau polisi non muslim menjaga masjid tempat berlangsungnya ibadah, begitu pula saat natal ataupun acara-acara keagamaan lainnya.

Kunci 3: Kebersamaan
Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin
Manusia sebagai makhluk sosial tentunya membutuhkan teman untuk saling berbagi dan membantu. Meringankan yang berat dan mempermudah yang sulit. Ada banyak cara untuk mewujudkan kebersamaan ini, misalnya saja kebersamaan antara TNI dan Polri dalam latihan bersama, kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam kontrol pangan dan pertanian.

Kunci 4: Kedamaian
Workshop Forum Bela Negara di Dunia Maya

Berdamai dengan diri adalah salah satu kunci perdamaian. Bagaimana bisa dunia ini damai, kalau kebencian terus dilontarkan dimana-mana. Tidak bisa dipungkiri, semenjak dunia digital merambah masyarakat luas, berita semakin mudah menyebar dan sulit untuk disaring. Hoax dan berita kebencian menjadi komoditi yang paling laku di pasaran. Atas dasar itu KODAM XIV Hasanuddin membentuk www.belanegara.or.id dengan maksud untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa untuk melakukan bela Negara bukan hanya dengan mengangkat senjata. Namun, saat ini dengan jari kita sudah bisa melakukan bela Negara yakni menyebarkan berita-berita damai di Internet.

Kunci 5: Persatuan dan Kesatuan
Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin

Sila ketiga pada pancasila adalah Persatuan Indonesia. Hal ini menjadi dasar, bahwa untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI dibutuhkan sikap persatuan dan kesatuan dari seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali TNI dan Polri. Tidak adanya perpecahan dan konflik adalah tanggung jawab bersama agar kedepannya NKRI tetap kuat.

Setidaknya 5 kunci sederhana tersebut bisa menjadi modal yang besar untuk Indonesia yang lebih baik.

No comments:

Post a Comment