Cari Apa

Friday, June 16, 2017

Pancasila dan Sepucuk Surat Rindu

Share it Please
Makassar, 16 Juni 2017

Teruntuk Engkau panutan hidup Bangsa Indonesia, Sang Ideologi Unik, Pancasila.
Hari ini dari bumi anging mammiri, kami ingin memberikan kabar rindu. Rindu dari anak bangsa yang bermimpi tentang negeri yang sejahtera dan aman sama halnya negeri madani yang selama ini dimimpi-mimpikan.

Tahukah Engkau, jika beberapa saat belakangan ini kami baru saja mengalami benturan. Iya, benturan tentang adanya kebebasan berekspresi di dunia maya yang berujung kepada melencengnya sikap dan aktualisasi terkait nilai-nilai engkau.1

Hate Speech, Hoax, dan segala bentuk berita yang berunjung kepada kebencian sangat mudah ditemukan dimana-mana. Jari tangan yang dulunya sering digunakan untuk kebaikan, kini sangat rentan dengan keburukan. Sekali klik semua ujaran kejahatan menyebar keseluruh penjuru negeri.

Tahukah Engkau, jika saat ini kami masih bergulat dengan saudara kami sendiri. Itu karena berbeda pilihan saat pemilihan umum, berbeda agama, hingga hal sepele berbeda tim sepak bola andalan. Namun, di Sulawesi Selatan itu sudah mulai diredam dengan adanya Garakan “Ayo Santun dan Produktif di media sosial”.  Sebuah gerakan edukatif yang mengajak pengguna media sosial untuk memanfaatkan jari jemarinya kearah yang lebih baik.1

Pancasila, panutan hidup kami. Benar kata Soekarno “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Kami mulai sadar akan sulitnya manjaga keutuhan bangsa Indonesia ini. Indonesia bukan hanya jawa, tapi aceh sampai papua dengan 714 suku bangsa.2

Pancasila ideologi unik yang kami banggakan. Sejatinya engkau adalah bagian terpenting dari Indonesia. Bukankah leluhur kami menciptakan engkau untuk Indonesia yang berbudaya, Indonesia yang bernegara dan Indonesia yang beragama.3 perpaduan ketiganya adalah hal yang luar biasa dalam memutar roda kehidupan bangsa Indonesia kedepannya.

Pancasila kebanggaan kami. “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Bukankah engkau ideologi yang percaya akan adanya Tuhan? Lalu mengapa kami selalu berbenturan dengan orang yang menyuarakan kebencian kepada engkau? Ataukah kami adalah orang-orang yang belum mengaktualisasikan nilai-nilai engkau dalam kehidupan kami?

Pancasila pedoman hidup kami. “ Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Bukankah engkau ideologi yang percaya dan peduli akan persamaan martabat manusia? Lalu mengapa kami sering menyebarkan berita kejelekan tentang saudara kami? Ataukah kami adalah orang-orang yang belum menerapkan nilai kemanusian seutuhnya dalam kehidupan kami?

Pancasila kebahagiaan kami. “Persatuan Indonesia.” Bukankah engkau adalah pemersatu bangsa yang terdiri dari 714 suku bangsa ini? lalu mengapa kami sering ribut hanya karena perbedaan calon pemimpin yang kami pilih saat pemilu? Ataukah kami adalah orang-orang yang belum mencintaimu seutuhnya sehingga kesulitan menilaimu lebih dalam.





Pancasila Gaya kami. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyaratan/perwakilan.” Bukankah engkau adalah sekumpulan nilai-nilai baik yang seharusnya diterapkan oleh pemimpin bangsa kami? lalu, mengapa masih ada korupsi, kolusi, dan nepotisme yang terjadi dimana-mana? ataukah kami belum memaknaimu secara sempurna?

Pancasila sanubari kami. "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia." bukankah engkau adalah kabar baik untuk seluruh lapisan masyarakat? lalu mengapa kami belum merasakan keadilan setuhnya, hukum bagaikan tajam kebawah, dan tumpul keatas? ataukah kamu belum memilikimu secara komprehensif?

Sekianlah Surat rindu dari kami, anak bangsa yang peduli kemajuan bangsa.


1. Ir. H. Andi Hasdullah, M.Si Kepala Dinas Kominfo,  Statistik dan persandian
2. Handoko Data, Tim Komunikasi Presiden
3. Dr. Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Jogjakarta. Dosen fakultas Filsafat UGM

No comments:

Post a Comment