Cari Apa

Sunday, March 12, 2017

Seminggu Pelesiran di Makassar, Kenapa Tidak?

Share it Please
Sumber Gambar: Credit
Jika Sobat memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Makassar selama seminggu, kira-kira Sobat mau melakukan apa? Cukup datang, kemudian mencari Hotel di Makassar, city tour keliling kota, makan coto, nongkrong di pantai losari, setelah itu pulang.


Ah. Sayang sekali kalau Sobat melewatkan tempat-tempat keren lainnya di sekitaran Makassar. Nah, ada baiknya mengunjungi wilayah-wilayah lain di Sulawesi selatan. Tujuh hari adalah waktu yang lumayan cukup untuk berkunjung ke beberapa tempat lainnya. Berikut kita akan membahas tempat-tempat yang bisa Sobat kunjungi dalam schedule harian, Sobat bisa menyesuaikannya dengan waktu sobat nantinya yah.

Hari I

Hari pertama di Makassar, ada baiknya diisi dengan berkunjung di tempat-tempat yang memanjakan mata. Bantimurung sekitar 40 KM dari pusat kota Makassar, Sobat bisa menggunakan Sewa Mobil di Makassar untuk berkunjung ke tempat ini. waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam. Bagusnya Sobat berangkat di pagi hari biar suasananya juga lumayan baik.
Pintu Gerbang Taman Nasional Bantimurung. Sumber Gambar: Credit
Taman Nasional Bantimurung merupakan pusat penangkaran kupu-kupu. Jika Sobat mau melihat segala macam aktivitas serangga yang cantik ini, cukup berjalan-jalan di sekitar penangkarannya. Selain itu sobat juga bisa berbasah-basahan dibawah guyuran air terjun yang ada di Bantimurung.
Air Terjun di Bantimurung. Sumber Gambar: Credit
Puas dengan air terjun dan kupu-kupu, Sobat bisa bergerak ke Rammang-rammang yang letaknya juga masih di Maros. Jarak tempuhnya tidak begitu jauh, sehingga bila belum sempat makan siang, Sobat bisa menikmati sajian di tempat makan yang ada di Rammang-rammang saja. Sobat bisa menyewa perahu untuk menikmati keindahan di tempat ini.
Keindahan Alam Rammang-rammang. Sumber Gambar: Credit
Setelah lelah berjalan-jalan dengan keindahan alam, cukup waktunya untuk kembali ke Makassar dulu. Dalam perjalanan pulang, jangan lupa untuh singgah menikmati hangatnya roti maros yang nikmat. Roti kasur yang lembut diisi dengan manisnya selai kaya akan menambah nikmatnya liburan Sobat di hari pertama ini.
Nikmatnya Roti Maros. Sumber Gambar: Credit
Kalau masih sempat, sobat bisa menikmati matahari terbenam di Pantai Losari sembari menikmati seporsi Pisang Epe. Berfoto dengan landmark Pantai Losari adalah  pilihan yang tepat. Kalau istilah “No Pict=Hoax” nah, pembuktiannya kalau sobat sudah mampir ke Makassar harus ada fotonya dong. Minimal di Pantai Losari.
Matahari Terbenam di Pantai Losari. Sumber Gambar: Credit
Oh iya. Menu makan malam untuk mengubur lelahnya aktivitas seharian, sobat bisa menikmati seporsi Coto Makassar. Kalau saya sih, merekomendasikan Coto Nusantara, Coto Gagak, ataupun Coto Maros. 
Seporsi Coto Makassar. Sumber Gambar: Credit
Hari II

Kalau Sobat penasaran dengan indahnya budaya dan alam Toraja. Sobat bisa menggunakan bus antar kota ataupun dengan Sewa Mobil di Makassar. Waktu tempuh agak lumayan lama, jika Sobat berangkat pagi akan sampai di Toraja sore hari. Ataupun kalau berangkat pada malam hari, Sobat akan sampai subuh hari.

Saat di perjalanan Sobat bisa singgah sejenak untuk menikmati keindahan Gunung Nona di Enrekang. Hamparan gunung yang indah akan menyambut dengan riang setiap pasangan mata yang menyaksikannya. Dari tempat ini, siap-siap saja Sobat akan semakin cinta pada Indonesia.
Keindahan Alam di Gunung Nona. Sumber Gambar: Credit
Sampai di Toraja, Sobat bisa menginap di hotel yang ada disana. Cukup banyak hotel yang tersedia kok. jadi jangan takut. 

Hari III

Kalau Sobat sudah menyaksikan matahari tenggelam di Pantai Losari kemarin. Nah, dari Toraja Sobat bisa melihat keindahan matahari terbit dari negeri diatas awan di Bukit Lolai Kab. Toraja Utara. Kesejukan dan Keindahannya akan menyihir setiap orang yang merasakan suasana berdiri sejajar bahkan diatas awan.
Eksotisme Negeri Diatas Awan. Sumber Gambar: Credit
Selepas itu Sobat bisa ke Tongkonan Pallawa. Rumah adat Toraja berjejer dengan rapi dan apik menjadikan spot yang keren untuk foto-foto. Tongkonan sendiri merupakan rumah adat masyarakat Toraja. Keunikan lainnya adalah pada tongkonan-tongkonan tersebut ditambahkan dekorasi tanduk kerbau di depannya.
Rumah Adat Tongkonan. Sumber Gambar: Credit
Masih dengan heritage nya Toraja. Selanjutnya Sobat bisa berkunjung ke Londa. Dari sini Sobat bisa melihat bebatuan curam yang penuh dengan makam orang-orang Toraja yang telah meninggal dunia. Di tempat ini Sobat bisa meliihat berbagai macam peti yang diatur berdasarkan garis keturunan. Bagi sebagian orang mungkin tempat ini agak menakutkan, namun itulah budaya. Setidaknya sepulang dari tempat ini, Sobat akan lebih cinta sama Indonesia.
Makam di Londa. Sumber Gambar: Credit
Ada lagi Ke’te Kesu. Tempat yang keren ini wajib Sobat kunjungi, karena selain banyaknya Tongkonan di tempat ini Sobat bisa melihat kuburan diatas tebing serta adanya tau-tau (patung mirip manusia) yang dipajang dalam batu.
Keindahan Panorama Ke'te Kesu. Sumber Gambar: Credit
Selain itu, di Toraja juga ada tempat wisata yang bernama Lemo. Lemo bagi kepercayaan warga lokal sebagai rumah para arwah. Di tempat ini Sobat bisa melikat mayat yang diletakkan pada alam terbuka diantara sisi batuan yang curam. Bagi Sobat yang ingin menyaksikan mayat-mayat itu digantikan pakaiannya, Sobat bisa berkunjung ke tempat ini pada saat upacara Ma’nene diadakan. Ada waktu-waktu tertentu diadakannya acara ini, untuk itu Sobat harus tetap update informasi tentang Toraja yah.
Pemakaman di Lemo. Sumber Gambar: Credit
Ada lagi nih, namanya Batu Tumonga. Hamparan bebatuan yang Indah dan eksotis menjadi daya tarik tersendiri dari tempat ini. Kalau berada di tempat ini, Sobat bisa melihat keindahan kota Rantepao.
Panorama Hijaunya Alam di Batu Tumonga. Sumber Gambar: Credit
Hari IV

melihat budaya dan keindahan alam Toraja saja belum lengkap rasanya kalau Sobat belum mengunjungi tempat lain di sekitaran kota Makassar. Untuk itu, dua hari di Toraja sudah lumayan cukup untuk melihat sebagian dari eksotisnya tanah Sulawesi. Pada hari ke empat Sobat bisa memilih untuk kembali ke Makassar.

Saat perjalanan pulang, Sobat bisa menyempatkan singgah di Enrekang. Ada Dangke, keju khas masyarakat Enrekang dan Seporsi Nasu Cemba yang bisa Sobat cicipi. Rasa yang khas tentunya akan Sobat rasakan dari kedua makanan lezat ini.
Seporsi Nasu Cemba yang Nikmat. Sumber Gambar: Credit
Dangke, Keju Khas Enrekang. Sumber Gambar: Credit
Setelah itu, Singgahlah sebentar di daerah Pangkep untuk merasakan manis dan legitnya Dange khas masyarakat Segeri Pangkep. Bisa juga menyantap Sop Saudara, makanan olahan daging dengan kuah yang rasanya kuat. Lebih mantap lagi jika disajikan dengan ikan bakar.
Hangat dan Legitnya Dange. Sumber Gambar: Credit

Seporsi Sop Saudara dan Ikan Bakar. Sumber Gambar: Credit
Sampai di Makassar, Sobat bisa menginap di Hotel diMakassar. Untuk menu makan malam, Sobat bisa memilih antara Pallu Mara (Ikan Masak khas Makassar) atau Pallu Basa (Olahan Daging seperti Coto dengan taburan kelapa sangrai). Namun, Sobat juga bisa mencicipi keduanya kok.
Seporsi Pallu Mara Menggugah Selera. Sumber Gambar: Credit

Seporsi Nikmatnya Pallu Basa. Sumber Gambar: Credit
Hari V

Setelah beberapa hari penuh dengan permainan di alam pegunungan, saatnya Sobat berkunjung ke pantai. Tanjung Bira adalah salah satu destinasi yang keren selanjutnya. Hamparan pasir putihnya akan menyambut kekaguman setiap orang yang datang kesana.
Hamparan Pasir Putih di Tanjung Bira. Sumber Gambar: Credit
Ada bagusnya Sobat berangkat subuh hari dari Makassar, biar lebih puas untuk mengeksplor daerah pantai ini. Selain Tanjung Bira Sobat juga bisa berkunjung ke Appalarang, masih di daerah Bulukumba. Daerah yang eksotis satu ini seringkali digadang-gadang sebagai salah satu surga tersembunyi di Sulawesi.
Keindahan Apparalang. Sumber Gambar: Credit
Sobat bisa memilih untuk menginap semalam di tempat ini. ada beberapa penginapan di sekitaran pantai Tanjung Bira dan di kota Bulukumba.

Hari VI

Puas dengan hangatnya daerah pantai. Sobat bisa menikmati kesejukan alam di Malino. Hamparan hijaunya perbukitan akan menyambut bahagia kelelahan Sobat. Rimbunnya pohon pinus serta hamparan pohon teh menambah Indahnya tempat ini. Setidaknya suhu dingin di tempat ini lebih mantap jika Sobat menikmati segelas teh hangat hasil perkebunan masyarakat lokal.
Hijaunya Alam di Malino. Sumber Gambar: Credit
Oh iya, sepanjang perjalanan dari Tanjung Bira ke Malino, Sobat bisa singgah di daerah Jeneponto untuk mencoba makanan khasnya. Ada Coto Kuda dan Konro Kuda, makanan yang cukup melegenda di daerah itu.
Ayo Coba Kuliner dari Kuda. Sumber Gambar: Credit
Hari VII

Dari Malino, saatnya Sobat kembali ke Makassar. Ini waktunya untuk membeli oleh-oleh khas Sulawesi Selatan. Bagi Sobat yang belum sempat membeli oleh-oleh di destinasi wisata yang kemarin dikunjungi. Tenang, di Jl. Sombaopu tersedia pusat oleh-oleh khas Sulawesi Selatan. Saat Sobat tidak sempat membeli hiasan kupu-kupu di Bantimurung, Ukiran dan Manik-manik khas di  Toraja, serta Miniatur Perahu Phinisi di Pantai Bira, sobat bisa mendapatkan semua itu di Jl. Sombaopu.
Pusat Oleh-oleh di Jl. Sombaopu. Sumber Gambar: Credit
Kalau masih sempat, Sobat bisa mencicipi Es Pisang Ijo, Es Pallu Butung dan nikmatnya Jalangkote di Rumah Makan Bravo yang berada di Jl. Andalas. Sobat juga bisa membawa pulang Jalangkote sebagai oleh-oleh. Tapi jangan lupa membeli jalangkote yang setengah matang saja, nanti sampai di kota Tujuan baru digoreng lagi.
Segarnya Es Pisang Ijo dan Hangatnya Jalangkota. Sumber Gambar: Credit
Saatnya Sobat kembali ke kota asal dengan berjuta pengalaman menarik dari Makassar dan sekitarnya. Oleh-oleh dan Foto-foto setidaknya menjadi bukti kalau Sobat sudah menikmati eksotisnya tanah Sulawesi ini.

Untuk pembagian hari diatas hanya menjadi rujukan buat Sobat sekalian. Sobat bisa menyesuaikan dengan waktu dan kemampuan Sobat saja. Ayo segera ke Makassar, ada banyak keindahan yang menantimu disini.

4 comments: