Cari Apa

Wednesday, June 15, 2016

7 Aksi Sederhana untuk Anak Muda Peduli Lingkungan dan Kelestarian Alam

Share it Please
Credit

“Sebuah gagasan yang tidak diikuti dengan tindakan tidak akan pernah lebih besar dari batok kelapa saja” – Arnold Glasow

Halo Teman Muda, pernah mendengar bonus demografi? Kalau sudah berarti kamu lumayan sering mengikuti permasalahan bangsa. Nah, kalau belum yuk mari kita sama-sama belajar.

Bonus demografi yang di prediksi terjadi di tahun 2030 nantinya akan menjadi sebuah modal besar untuk kemajuan Indonesia. Dimana usia produktif akan terus meningkat mencapai 68,1% pada tahun 2028 sampai tahun 2031. Hal ini berkaitan langsung dengan kondisi kependudukan Indonesia. Saat ini, sudah seharusnya kita sebagai generasi masa depan melakukan sebuah pergerakan nyata untuk mempersiapkan lingkungan kita.

Jumlah penduduk yang banyak tanpa ada persiapan lingkungan yang baik akan menimbulkan banyak bencana. Untuk itu, harus adanya keseimbangan antara jumlah penduduk dan ketersediaan lingkungan yang aman, nyaman, tentram, dan sehat. Untuk itu, kali ini kita akan membahas tentang aksi sederhana peduli lingkungan dan kelestarian alam. Berikut penjelasannya;

Hemat Energi

Kita sebagai anak muda dikenal sangatlah konsumerisme dengan sikap hedonisme tanpa adanya penghasilan. Artinya kita hanya menghabiskan uang tanpa menghasilkan uang. Benar tidak? Kita hanya mengharapkan uang bulanan dari orang tua. Tapi itu hanya sebagian loh, ada juga anak muda yang sudah mulai menghemat dan menggunakan hasil keringat sendiri.

Hemat Energi disini adalah kita tidak menggunakan bahan bakar minyak (BBM) dan listrik secara berlebihan. Sejatinya kita mulai sadar bahwa, ada masa dimana saat kita tidak menabung, maka tidak ada yang kita bisa harapkan di masa depan. Begitu pula dengan energi baik itu BBM maupun listrik, tidak ada kata nanti untuk segera melakukan penghematan untuk energi.

Hemat Plastik

Dalam satu hari, ada berapa plastik yang kita gunakan? Saat berbelanja ada berapa kantong kresek yang kita dapatkan? Pernahkan kita berpikir jika dalam satu hari ada ribuan kali transaksi belanja yang menggunakan kantong kresek. Sampah kantong kresek itu setelah digunakan disimpan dimana? Pertanyaan-pertanyaan ini sudah seharusnya bisa kita jawab sebagai anak muda.

Jawabannya adalah tidak ada. Sudah sejatinya kita mulai mengurangi penggunaan plastik terutama kantong kresek. Saat berbelanja kita bisa menggunakan kantong yang terbuat dari kain biar lebih tahan lama atau menggunakan kantong plastik bekas yang masih layak pakai. Jangan sampai kantong kresek itu dibuang begitu saja.

Pungut Sampah Bersama

Kenapa harus bersama? Biar lebih asik saat memungut sampah. Gerakan memungut sampah bersama sudah sering dilakukan oleh komunitas pecinta lingkungan selama ini. Tapi tetap saja masih banyak sampah dimana-mana. Itu karena rasa tanggung jawab pada sampah itu masih kurang. Saat seseorang sudah memiliki rasa tanggung jawab pada sampah, saat dia melihat sampah maka tidak pikir panjang dia akan memungut dan memindahkannya ke tempat sampah. Bagaimana, sudah siapkah kita untuk punya tanggung jawab pada sampah? Ingat bersama biar lebih ringan yah teman muda.

Belajar Daur Ulang Sampah

Daur ulang sampah merupakan salah satu metode untuk mengurangi sampah yang tidak memiliki manfaat. Sejatinya, daur ulang sampah mengubah nilai sampah dari tidak memiliki manfaat menjadi memiliki manfaat. Sampah plastik misalnya dapat diolah menjadi pajangan rumahan yang cantik dan indah. Begitu pula limbah kertas yang bisa diubah menjadi kerajinan tangan hingga memiliki nilai jual di pasaran. Lumayan, saat kita mampu mengubah sampah menjadi pundi-pundi rupiah maka pernyataan ekonomi berdampingan dengan ekologi bisa segera terwujud.

Penanaman Pohon

Saat mendengar kalau hutan Indonesia merupakan salah satu paru-paru dunia, ada rasa bangga tersendiri buat kita anak muda Indonesia. Tapi bagaimana saat hutannya gundul akibat penebangan liar atau kebakaran hutan menjadikan dunia sesak dan sukar lagi untuk bernapas. Rasa bangga yang sebelumnya ada, akhirnya memudar menjadi rasa sesal.

Untuk itu, mengubur semua rasa sesal tersebut menjadi rasa tanggung jawab yang dititipkan dunia kepada kita anak muda Indonesia. Aksi yang bisa kita lakukan adalah dengan penanaman pohon. Menanam pohon dapat membuat lingkungan menjadi rindang, sejuk, dan kaya oksigen.

Musik Hutan

Musik Hutan adalah sebuah gerakan yang keren. Memadukan antara seni dan gerakan cinta lingkungan. Sebuah kombinasi yang menarik dan sempurna. Musik hutan akhir-akhir ini mulai di gandrungi karena bisa mengajak orang-orang yang sebelumnya kurang perhatian pada lingkungan, untuk terlibat dalam sebuah kolaborasi aksi.

Hutan merupakan tempat dimana dilakukannya sebuah konser dan pegelaran seni. Ada hal yang harus di perhatikan disini, bahwa jangan sampai saat melakukan musik hutan justru akan merusak hutan. Tujuan sederhana disini adalah bagaimana setiap orang mulai mencintai alam dan peduli pada lingkungan.

Merencanakan Masa Depan Sejak Dini

Lingkungan dimana tempat kita tinggal sudah seharusnya menyediakan apa yang kita butuhkan. Seperti misalnya di masa depan kita membutuhkan tempat untuk tinggal maka ada lahan untuk dijadikan rumah tinggal. Saat sudah memiliki anak, rumah kita memiliki ruang untuk bermain dan belajar untuk anak-anak kita. Lingkungan sekitar memiliki taman bermain yang ramah pada anak, rindang dan ditumbuhi oleh pohon-pohon. Begitu pula Kebersihan lingkungan tanpa adanya sampah dan ketersediaan tempat sampah.

Merencanakan masa depan sejak dini termasuk lingkungan sekitar adalah poin yang harus juga kita perhatikan sebagai generasi masa depan bangsa loh teman muda. Untuk itu kita sudah seharusnya menjadi generasi yang tanggap dan berencana untuk masa depan.

Kembali lagi ke quotes pembuka diatas “Sebuah gagasan yang tidak diikuti dengan tindakan tidak akan pernah lebih besar dari batok kelapa saja”. Bahwa kita anak muda Indonesia sejatinya harus mulai aksi saat ini juga untuk kehidupan masa depan yang lebih cerah.

Ada banyak masalah pada anak muda, ada bayak solusi dari anak muda. Nantikan artikel selanjutnya yah. Atau klik untuk mengetahui tentang kependudukan

No comments:

Post a Comment