Cari Apa

Monday, April 11, 2016

Sepucuk Surat Untuk UNHAS: Kado Istimewa di Umur 60 Tahun

Share it Please

Salam Cintaku untukmu selalu,

Universitas Hasanuddin Almamaterku Andalanku.

Selamat Ulang Tahun Yang Ke 60. Semoga diumur yang makin matang dapat melahirkan dan mencetak manusia-manusia yang mampu mengukir sejarah dunia kedepannya.

Apa kabar engkau hari ini? Makin jaya saja dengan predikat Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTN BH)? Hingga makin terpandangnya dengan menjadi salah satu universitas dengan predikat akreditasi A?  Itu adalah pencapaian yang sangat mengharukan dan membanggakan bagi saya sebagai bagian dari pada engkau.

Almamaterku tercinta,

Mungkin  saat ini masih banyak saksi sejarah yang menyaksikan kelahiranmu di tahun 1956 silam. Namun, tidak banyak yang mampu menceritakan bagaimana perjuangan engkau belajar untuk merangkak, berdiri, berjalan, hingga bisa berlari kencang seperti saat ini. Karena setiap generasi mahasiswa yang mengukir cita bersamamu memiliki cerita tersendiri dan itu unik untuk dikenang oleh mereka.

Almamaterku tercinta,

Enam dekade bukanlah waktu yang sangat singkat untuk mencetak ribuan alumni hingga menjadi manusia-manusia andalan Indonesia saat ini. Ada 120 semester yang engkau berikan kepada mereka untuk terus belajar tentang menjadi manusia yang memadukan ilmu dan amal.

Almamaterku tercinta,

Perlu kita sadari bahwa engkau merupakan salah satu perguruan tinggi yang menjadi tujuan pertama bagi siswa-siswa di Indonesia bagian timur. Hingga ke pelosok daerah saat seorang siswa ditanyakan kamu mau melanjutkan pendidikan kemana? Maka dengan semangat dia akan menjawab bahwa kalau bisa lulus Insya Allah di Unhas.

Penggalan kata “kalau bisa lulus,” itu bermakna bahwa mereka memiliki harapan untuk melanjutkan pendidikan di Unhas. Pernyataan itu sejalan dengan data yang dilansir oleh e-sbmptn.com bahwa Unhas menduduki peringkat 9 universitas favorit SNMPTN 2016 dengan 47.463 pendaftar. Itu adalah sebuah kabar baik, bahwa Unhas masih selalu di hati dan idaman Siswa-siswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Sumber Gambar: http://thegreen-hijau.blogspot.co.id/
Almamaterku kebanggaanku,

Saat mendengar istilah PTN BH ada banyak tanya yang kemudian berkecamuk dipikiran orang-orang. Bahkan masih banyak yang kontra, terutama teman-temanku mahasiswa yang merasa dibebankan lebih berat dengan adanya kebijakan ini.

Apasih sebenarnya PTN BH itu? Ini adalah pertanyaan yang kemudian memicu rasa penasaran setiap orang. Istilah PTN BH adalah Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum yang saat ini diemban oleh engkau. Universitas Hasanuddin almamaterku tercinta Bersama dengan 10 perguruan tinggi lainnya yakni, Universitas Indonesia (UI), Intitut Pertanian Bogor (IPB), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Universitas Sumatera Utara (USU), Universitas Airlangga (Unair), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Padjajaran (Unpad) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

PTN BH merupakan Perguruan tinggi yang memiliki entitas hukum yang mandiri, mempunyai hak otonomi dalam hal akademik maupun non akademik, serta memiliki kekayaan sendiri yang dipisahkan dari Negara, kecuali tanah. Hal ini menjadi prestasi engkau tentunya, karena tidak semua perguruan tinggi negeri di Indonesia  dinobatkan sebagai PTN BH sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 82 tahun 2014.

Banyak kriteria yang  harus dipenuhi sebuah perguruan tinggi negeri hingga menjadi PTN BH seperti yang dilansir oleh http://old.unhas.ac.id/content/unhas-resmi-ptnbh menyatakan bahwa "Perubahan Unhas menjadi PTN BH didasari oleh evaluasi kinerja yang diakukan Unhas beberapa tahun terakhir. Evaluasi kinerja dilaksanakan berkaitan dengan tingkat dan derajat kemampuan dari PTN untuk menyelenggarakan Tridarma Perguruan Tinggi yang bermutu, mengelola organisasi PTN berdasarkan prinsip tata kelola yang baik, memenuhi standar minimum kelayakan finansial dan menjalankan tanggung jawab sosial, serta berperan dalam pembangunan perekonomian."

Ini adalah tanggung jawab besar yang di bebankan Negara dan masyarakat untuk engkau, namun juga ini adalah kepercayaan yang besar dari Negara dan masyarakat untuk menciptakan generasi-generasi hebat melalui tangan engkau. Mungkin saja menjadi generasi militan yang cerdas seperti pencitraan ketangguhan Pahlawan Hasanuddin kedepannya.

Almamaterku harapanku,

Ada ribuan manusia-manusia cerdas yang engkau telah bentuk hingga saat ini. Mereka telah mengisi ruang-ruang kehidupan diseluruh negeri ini. Jumlahnya mungkin tidak bisa dihitung dengan jari manusia, namun, mereka memiliki rasa kesatuan yakni rasa rindu kepada engkau. Rindu kepada almamater tercinta.

Lalu bagaimana memaknai eksistensi engkau hingga saat ini?

Apakah dengan prestasi mahasiswa?

Mobil hemat energi  hasil rakitan mahasiswa unhas. Sumber: www.itukah.com
Apakah dengan prestasi dosen? Jumlah Jurnal Internasional yang dihasilkan?
Alumni Unhas dalam Seminar Nasional. Sumber: http://old.unhas.ac.id/
Apakah dengan melihat fasilitas yang ada? Rusunawa? Rumah Sakit? Ramsis?

Fasilitas Rusunawa Unhas. Sumber: http://static.panoramio.com/
Ataukah dengan melihat bagaimana mereka para alumni? Saat ini mereka dimana? Mereka melakukan apa untuk Indonesia saat ini?
Salah satu kegiatan alumni Unhas. Sumber: http://alumniunhas.com/
Jawabannya adalah iya itu secara keseluruhan, karena semuanya baik Dosen, Mahasiswa, Fasilitas, alumni, dan seluruh perangkat Universitas lainnya merupakan sebuah kesatuan yang tidak bisa terpisahkan. Bagaikan sebuah rantai yang menggerakkan roda untuk berputar hingga kendaraan bisa bergerak. Stuktur rantai itu sangatlah kuat dan saling bersinergi. Namun, suatu saat rantai itu renggang atau terpisahkan hingga terlepas maka sebuah roda tidak mampu untuk berputar sendirinya, dan akhirnya kendaraannya tidak bisa bergerak. Seperti itulah Universitas.

Almamaterku Bahagiaku,

Apakah engkau pernah mendengar cerita tentang bagaimana sebuah negeri bisa terhubung dengan negeri lainnya dalam berbagai hal? Mungkin saja engkau sering mendengarnya dari kajian mahasiswa dan dosen di kampus, dari pertemuan guru-guru besar dengan pemangku kebijakan Negara, tulisan pakar di tajuk koran dan majalah, ataukah status di media sosial yang dikicauakan oleh mereka yang peduli akan hal ini?

Iya saya pikir engkau sudah sangat paham. Kebijakan Masyarakat Ekonomi Asean atau lebih populer dengan Asean Economic Community (AEC 2015) yang saat ini sedang berlangsung di Negara-Negara Asia Tenggara. Kata sederhananya adalah seorang pakar di Indonesia bisa bekerja di luar negeri sekitar Asean. Begitu pula sebaliknya mereka yang pakar di Negara Asean lainnya bisa bekerja di Indonesia. Ini merupakan sebuah tantangan sekaligus peluang untuk kita bukan?

Namun, bagi mahasiswa dan alumni Unhas kebijakan ini adalah sebuah kabar bahagia. Ajang dimana kita memiliki peluang untuk berkarir lebih besar dan daya saing yang semakin besar pula. Tidak semua orang mampu melihat peluang ini, hanya mereka manusia-manusia berkualitas yang mampu melihatnya. Selain kapasitas akademik konon katanya  soft skill sering menjadi pedoman dalam menilai manusia-manusia berkualitas itu. Sebenarnya Unhas sudah melihat tantangan ini, kemudian memberikan bekal kepada mahasiswa sejak menjadi mahasiswa baru hingga menjadi alumni dan bersiap untuk memasuki dunia kerja.

1. Basic Study Skill (BSS) atau saat ini menjadi Basic Character Study Skill (BCSS) adalah sebuah wadah dalam meningkatkan kapasitas softskill mahasiswa itu sendiri. Dimana dari kegiatan ini seorang mahasiswa dibekalkan ilmu menjadi manusia yang ideal, manajemen waktu yang baik, dan sebagainya.

Kegiatan BCSS di Baruga A.P Pettarani Sumber: Zulhamarief.blogspot.com
2.   Organisasi kemahasiswaan yang tersebar disetiap fakultas, menjadi ajang mahasiswa untuk bernalar  dan berfikir ilmiah  sesuai dengan keilmuannya. Dimana ruang-ruang diskusi selalu ada disetiap  koridor-koridor kampus yang membicarakan isu kekinian. Bisa saja itu adalah salah satu media pengembangan softskill.

Kajian di setiap fakultas sumber: http://www.senatfeuh.com/
3. Tersedianya puluhan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) sesuai minat dan hobi dari mahasiswa itu sendiri. Bidang olahraga, seni, penalaran, penerbitan kampus, dan lainnya. semua mahasiswa memiliki ruang untuk terus berkarya dan mengasah softskillnya.
Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa, tempatnya mahasiswa mengembangkan diri.
sumber: http://rd-hiiro.blogspot.co.id/
4. Pelatihan Persiapan Memasuki Dunia Kerja. Dimana pelatihan ini diisi dengan berbagai macam test seperti toefl, psikotest, dan ini menjadi momentum untuk mengukur kapasitas diri sendiri sebagai seorang alumni.
Pelatihan yang diikuti oleh calon alumni. sumber: http://www.identitasunhas.com
Setidaknya dari keempat poin diatas telah menjawab bagaimana engkau membekali seorang mahasiswa diluar ruang perkuliahan, karena tentunya tujuan utama kampus adalah untuk pengembangan akademik. Tri dharma perguruan tinggi, Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada masyarakat juga memiliki andil besar dalam mencetak alumni yang siap menghadapi masyarakat ekonomi Asean. Itu adalah sebuah kebahagiaan buat saya yang telah menjadi bagian daripada engkau.

Almamaterku kebangganku

Letak kota Makassar tempat dimana engkau bernaung itu adalah letak yang sangat strategis, dimana bukan hanya menjadi tempat tujuan tapi juga tempat transit ke beberapa daerah di wilayah Indonesia timur lainnya. Hal ini menjadi daya tarik para investor untuk membuka dan menanamkan modalnya di kota Makassar. Hal ini menjadi peluang besar bagi alumni untuk lebih produktif dalam berkarya, baik itu sebagai pengusaha (entrepreneur),  Bekerja di perusahaan Asing, dan sebagainya.

Akan tetapi ancaman lain mungkin bisa saja terjadi, pekerja-pekerja asing dengan mudahnya akan datang di Makassar. Alumni Unhas akan bersaing dengan mereka dalam mendapatkan pekerjaan di kota Makassar, bisa saja kita akan menang dan menjadi tuan rumah diwilayah sendiri saat kita memiliki skill yang mumpuni daripada mereka. Tapi bagaimana kalau itu sebaliknya? Ini adalah pekerjaan rumah yang berat untuk engkau Unhas dan kita mahasiswa serta alumninya. Tapi saya percaya Unhas, Mahasiswa, dan Alumni akan terus berusaha untuk menjadi pemenang di masyarakat ekonomi Asean ini.

Almamaterku Bahagiaku,

Peran engkau sudah cukup handal dalam membentuk manusia-manusia unggulan di negeri ini. Kini saatnya manusia-manusia unggulan itu (alumni) yang akan berperan dalam pembangunan Indonesia nantinya. Ada banyak tokoh Negara yang berhasil atas peran engkau, mungkin yang paling terkenal saat ini adalah Bapak Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla, beliau adalah salah satu alumni dari Unhas yang saat ini menjadi wakil presiden Republik Indonesia.

Pada sebuah kegiatan di Unhas Ibu Rektor Unhas bersama Bapak Wakil Presiden RI
 dan Bapak Gubernur Sulawesi Selatan. Sumber: http://makassar.antaranews.com/
Teringat pada kutipan lagu mars engkau Unhas “Membina Kejayaan Nusa, Indonesia Bahagia, Putera Puterimu Kini Bangkit, Dengan Jiwa Hasanuddin” adalah harapan seorang alumni Unhas yang menjadi bagian terpenting dari Negara kita Indonesia. Semangat patriot Pahlawan Hasanuddin akan selalu ada didalam jiwa-jiwa setiap alumni.

Lalu bagaimana seharusnya alumni bersinergi secara konstruktif?

Bersinergi secara konstruktif dalam hal ini adalah menyatukan buah pemikiran dan penalaran secara bersama untuk kemajuan bersama-sama. Peluang Masyarakat Ekonomi Asean memberikan lampu hijau kepada alumni Unhas untuk bisa menjadi pemain utama di dalamnya. Alumni Unhas memiliki rasa persaudaraan untuk selalu berangkulan dalam menghadapi peluang itu. Contoh sederhana adalah:

  • Alumni Unhas akan selalu memberikan informasi peluang pekerjaan kepada alumni lainnya yang membutuhkan pekerjaan. Artinya sharing informasi baik itu di kantor yang sama maupun yang lainnya. Setidaknya rasa persaudaraan sesama alumni bisa terjalin 
  • Alumni unhas akan bekerjasama berkolaborasi dalam menyelesaikan sebuah proyek pekerjaan. Artinya suatu ketika alumni yang multi jurusan bisa menjalin kerjasama untuk membangun Indonesia lebih baik.
  •  Alumni unhas akan selalu cinta dan ingat kepada engkau almamater tercinta Universitas Hasanuddin. Artinya Sense Of Belonging para alumni unhas memiliki rasa kepemilikan yang besar untuk almamaternya. Sehingga melakukan yang terbaik untuk almamaternya seperti sumbangan untuk beasiswa dan pembangunan.

Sekian dulu Surat dari saya, Semoga harapan-harapan tentang kemajuan kedepannya bisa segera terealisasi. Salam Cinta, Ilmu, dan Amal dari Saya untuk engkau selalu.

Makassar, 11 April 2016
Dari Saya,

Alamsyah

*Sumber Data:

** Diikutkan dalam Lomba Blog #60ThnUNHAS 2016

2 comments: