Cari Apa

Monday, April 25, 2016

[Review] Novel Ayah - Andrea Hirata

Share it Please
Credit

Datangkan seribu serdadu untuk membekukku!

Bidikkan seribu senapan, tepat ke ulu hatiku!

Langit menjadi saksiku bahwa aku disini, untuk mencintaimu

Biarkan aku mati dalam keharuman cintamu....

- (Novel Ayah, Halaman 110)


Sebuah buku karya sang penulis handal dengan karya-karya terbaik di Indonesia, Andrea Hirata. Buku ini diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada bulan mei tahun 2015. Buku ini merupakan buku fiksi yang berlatar tempat di sebuah desa di pulau belitung.

***

Diceritakan sebuah persahabatan yang gokil dari tiga orang yakni sabari, ukun, dan tamat. Mereka merupakan teman seperjuangan dalam suka dan duka. Sejak sekolah mereka selalu bersama, Mengingat mereka adalah gerombolan orang-orang yang berwajah pas-pasan, maka mereka sangat kesulitan untuk mendapatkan kekasih.

Pada awalnya sabari tidak kenal dan tidak suka akan cinta, "Cinta adalah kata yang asing. Cinta adalah racun manis penuh tipu muslihat. Cinta adalah burung merpati dalam topi pesulap. Cinta adalah tempat yang jauh, sangat jauh, dan urusan konyol orang dewasa"- (Novel Ayah, halaman 9)

Namun semuanya berbalik arah saat sabari jatuh cinta kepada marlena. Wanita cantik bak purnama keduabelas yang dia temui saat ujian masuk SMA. Semua yang telah dilontarkan sabari tentang cinta, akhirnya harus dipungut kembali karena dia benar-benar dilanda cinta mati. Dia cinta kepada orang yang belum tentu mencintainya.

Dengan bermodalkan kepandaian merangkai kata, sabari selalu membuatkan puisi kepada marlena. Sudah tidak dapat terhitung lagi puisi-puisi cinta sabari kepada marlena. Sebagai teman yang usil ukun dan tamat selalu membalas puisi-puisi sabari dengan memberikan inisial yang menyerupai nama marlena. Tanpa rasa curiga, sabari selalu saja bahagia menerima balasan puisi yang notabene puisi palsu itu.

Kisah mereka semakin menjadi saat selesai sekolah di SMA. Untuk mendekati marlena, sabari bekerja di sebuah usaha milik markoni. Markoni adalah ayah dari merlena. Ukun bekerja sebagai penggulung dinamo dan tamat bekerja sebagai tugang gulung dinamo.

Usaha sabari pada akhirnya kesampaian untuk menikahi marlena. Namun, marlena merasa tepaksa untuk menikah dengan sabari. setelah mereka menikah sabari dan marlena hidup terpisah. sabari membesarkan anak mereka yang diberi nama Zorro. Hidup sabari menjadi bahagia bersama anaknya, hingga dia pertama kali memanggilnya "aya". Namun, ternyata kebahagiaan itu berakhir saat marlena datang mengambil anaknya zorro.

Marlena menikah lagi dan meninggalkan belitung hingga dia ke sumatera. Perjalanan hidup marlena dan zorro benar-benar sangat memilukan. Mereka harus hidup berpindah-pindah dari satu kota ke kota lainnya. marlena menikah dengan beberapa orang si beberapa kota, akhirnya zorro punya banyak ayah. Tapi tidak kalah memilukan adalah sabari yang jatuh sakit, iya depresi karena kehilangan anak dan istri yang dicintainya.

Persahabatan dan persaudaraan kembali ditunjukkan dengan ulah Tamat dan Ukun. Bermodalkan tabungan hasil kerja mereka bertahun-tahun di belitung mereka hendak mencari marlena dan Zorro di tanah sumatera. Selain itu surat-surat dari merlena ke zuraida sahabatnya menjadi peta perjalanan mereka. Masih dengan kegokilan mereka berdua, mulai dari mengurus surat kelakuan baik, hingga kursus bahasa sopan di mantan guru bahasa mereka semasa sekolah.

Sabari kembali hidup normal saat mendapatkan surat dari sahabatnya, bahwa mereka akan membawa pulang anak mereka. Waktu yang ditunggu-tunggu sabari pun di bulan september. Sebagai wujud sayangnya kepada anaknya dia mempersiapkan diri dengan mengikuti lomba maraton. walaupun kalah namun sabari dikenal sebagai orang yang pantang menyerah.

Begitu pula tamat dan ukun berjuang demi sabari. Perjuangan mereka tidak mudah, akan tetapi perjuangan mereka membuahkan hasil. Tamat dan Ukun membawa pulang Zorro yang pada awal dan akhir diceritakan sebagai amiru.

***
Novel ini seperti biasanya penuh dengan teka-teki yang sangat sulit ditebak. Benang merah dari kisah yang ada, baru dapat dinikmati diakhir cerita. sebuah karya yang berhasil membuat otak kanan dan kiri bekerja untuk mengolah pikiran dari kebingungan. sekali lagi penulis yang luar biasa Andrea Hirata, membuat pembaca dibawah kedalam suasana bingung, humor, sedih dan bahagia.

Ada beberapa tokoh yang menjadi nilai lebih tentang rasa sayang kepada ayah, yakni Amirza dan Amiru, Larissa dan Niel. Kemudian tokoh ismi yang kagum kepada perjuangan sabari. serta Abu meong yang ditinggal marleni.

Sekian dulu review buku pertama kita. Nantikan review berikutnya.

***
wahai awan
kalau bersedih
jangan menangis
janganlah turunkan hujan
karena aku mau pulang
untukmu awan
kan kuterbangkan layang-layang ....
- (Novel Ayah, halaman 224)

No comments:

Post a Comment