Cari Apa

Monday, April 18, 2016

[Review] Film: Surat Cinta Untuk Kartini, Surat cinta Tukang Pos yang tak kesampaian

Share it Please
“Kita tidak bisa mengubah dari mana asal kita, tapi kita bisa mengubah cara berpikir kita.” --- Kartini
Hari ini (18 April) saya ikutan Screening Film Surat Cinta Untuk Kartini di XXI Mall Panakukang Makassar. Sebenarnya ini merupakan kali pertama saya ikutan Screening Film. Screening film adalah nonton bareng yang bertujuan untuk mengenalkan film kepada khalayak ramai sebelum di tayangkan secara serentak. Jadi, sebuah kebanggaan tersendiri bisa menyaksikan film lebih awal. Film ini akan tayang tanggal 21 April nanti, dalam memperingati hari kartini.

Film ini bergenre Drama Romans, jadi bisa saja sebagian orang berpikir bahwa film yang beraliran seperti ini sangat membosankan bukan? Atau beranggapan filmnya tentang sejarah secara utuh hingga membawa kita ke dunia lain? Jangan langsung mengambil simpulan seperti itu, nyatanya sangat berbeda dengan film drama Indonesia lainnya.

Ringkasan:

Mengambil setting tahun 1901 di Jepara dalam budaya jawa. Batik dan ukiran adalah bagian yang mencolok dari film ini. Mengisahkan seorang tukang pos yang bernama sarwadi (chiko jeriko) yang mempunyai anak yang bernama ningrum (Christabelle Grace Marbun) berumur 7 tahun. Sarwadi seorang duda yang ditinggal mati istrinya saat melahirkan ningrum.

Sebagai anak bangsawan bupati jepara Kartini (Rania Putri) memiliki kerabat dimana-mana termasuk di Batavia. Kartini sangat rajin dalam mengirim surat ke kerabatnya, begitu pula kerabatnya sering membalas surat kartini. Alhasil kartini sering menerima surat dari tukang pos. tukang pos ini adalah sarwadi.
Kartini dinilai aneh oleh masyarakat karena melawan adat dan tradisi. Dimana perempuan tidak mempunyai hak untuk belajar. Kartini memiliki visi untuk menyebarkan pendidikan ke seluruh anak-anak Bumiputera terutama perempuan.

Mendengar kabar tentang keinginan kartini mendirikan sekolah, sarwadi kemudian menawarkan lokasi yang sangat indah dan nyaman untuk belajar. Pada awalnya sarwadi modus untuk mendekati kartini dengan membantu mendirikan sekolah. Siswa pertama sekolah itupun hanya ningrum anak sarwadi. Namun suatu ketika ningrum berhasil mengajak teman-temannya untuk ikut belajar bersama kartini.

Kartini pada akhirnya dipaksa untuk menikahi bupati rembang kerabat ayahnya yang sudah memiliki istri tiga. Kartini sangat terpukul dan tak punya kuasa untuk menolak. Hingga dia sakit-sakitan.

Suatu ketika sarwadi berniat untuk memberikan sepucuk surat kepada kartini tentang perasaannya, tapi pada akhirnya tidak kesampaian. Sarwadi juga sudah melakukan banyak cara untuk meyakinkan kartini agar tidak menerima lamaran sang Bupati dan meneruskan mimpinya untuk pendidikan perempuan.
Kartini menikah dengan Bupati kemudian menetap di rembang. Sarwadi keluar dari tukang pos dan pindah ke semarang bersama anaknya ningrum. Ningrum menjadi guru buat teman-temannya di Semarang.

Kekuatan Film:

1. Lokasi dan setting dalam film menarik dan indah
2. Sudut pandang orang ketiga yang menjadi tokoh pada film, sehingga beda dari film lainnya
3. Diselingi dengan humor yang membuat orang tertawa.
4. Ciko Jeriko Sukses membawa peran sarwadi yang polos dan lugu secara sempurna. Sangat berbeda dengan tokoh-tokoh yang dilakoninya di film-film sebelumnya.

Kelemahan Film:

1. Terlalu banyak drama yang terulang
2. Ada beberapa tokoh yang sebenarnya tidak terlalu penting di dalam film

Judul Film : Surat Cinta Untuk Kartini

Sutradara : Azhar Kinoi Lubis

Produser : Lukman Sardi

Penulis Skenario : Vera Varidia

Pemain :
Chicco Jerikho
Rania Putri
Ayu Dyah Pasha
Ence Bagus
Christabelle Grace Marbun

Sekian dulu review film surat cinta untuk kartini di bioskop kesayangan anda tanggal 21 april nanti. Berikut trailernya.


No comments:

Post a Comment