Cari Apa

Wednesday, September 17, 2014

Bianglala Trans Studio Dan Sepotong Roti Cokelat untuk Connect dengan Mimpi Besar

sumber gambar: http://www.transstudioworld.com/peta.html

Cerita ini bukanlah sebuah kisah cinta dari seorang pangeran terhadap permaisurinya, bukan pula sebuah puisi yang mengisahkan kasih sayang sepasang manusia yang saling mencintai. akan tetapi kisah perjuangan anak muda, menaiki bianglala trans studio untuk mengikrarkan janjinya kepada dunia bahwa mereka adalah pemimpi dan akan menjadi pemimpin masa depan kelak.

Sebenarnya menjadi Anak muda yang terobsesi dengan mimpi-mimpi yang besar bukanlah hal yang aneh. Hampir semua anak muda memiliki mimpi yang sama, akan tetapi cara untuk meraih mimpi-mimpi itu yang berbeda. Sepenggal cerita Trilogi “Negeri Lima Menara” dimana mereka mengikrarkan diri dibawah menara masjid untuk mengunjungi Menara-menara yang Indah di belahan dunia lainnya. Dari sanalah akhirnya Saya, Anto, Hasby, dan Milhan berkeinginan untuk mengikrarkan mimpi-mimpi kami di Bianglala Trans Studio Makassar. Berikut cerita kami berempat dalam connect dengan mimpi-mimpi yang besar.

Mengurangi Uang Jajan untuk Connect dengan mimpi besar

Keseharian kami sebagai mahasiswa tingkat satu di salah satu Universitas Negeri di Makassar saat itu benar-benar dituntut untuk mampu mandiri dan hidup hemat. Jauh dari orang tua dan hidup kost-kostan mau tidak mau menuntut kami untuk mengatur hidup agar bisa tetap bertahan. Keinginan kami untuk berkunjung ke Trans Studio Makassar ThemePark saat itu benar-benar sangat kuat. Hingga kami mulai mengurangi uang jajan harian kami 1000/hari disisihkan untuk dikumpulkan kepada salah satu teman saya untuk nantinya ketika tiba saatnya untuk membeli tiket masuk ke Trans Studio Makassar ThemePark.

Tidak sampai dua bulan bagi kami untuk menyisihkan uang jajan. Saat itu Trans Studio Makassar ThemePark lagi mengadakan promo bagi mahasiswa, Dengan rasa bahagia bercampur haru kami akhirnya bisa mengunjungi Trans Studio Makassar ThemePark.

Bolos Kuliah Untuk Connect Dengan Mimpi Besar

Trans Studio Makassar ThemePark hari itu mengadakan promo pada saat kami berempat memiliki jadwal kuliah yang padat. Tepatnya hari kamis saat itu. Tanpa rasa bersalah kami meninggalkan kuliah untuk mimpi besar kami. Pada awalnya tujuan kami hanyalah untuk mengikrarkan mimpi besar kami di Bianglala yang bertuliskan Trans Studio itu. Akan tetapi sebagai anak muda yang memiliki jiwa petualang tidak puas rasanya jika Cuma menikmati Bianglala itu, akhirnya kami memutuskan untuk mencoba semua arena bermain yang ada di Trans Studio Makassar ThemePark.

Meninggalkan kuliah sebenarnya telah lari dari tanggung jawab yang dipercayakan Orang Tua kepada kami. Rasa bersalah itu muncul ketika hendak bermain di Wahana Rolling Coaster, dimana kami tersadar bahwa kita memang memiliki mimpi, tapi jangan lari dari tanggung jawab kita.

Bianglala dan Sepotong Roti Cokelat

Rasa laparpun mulai menerpa kami berempat, walaupun sebenarnya rasa lapar itu tertutupi dengan rasa penasaran untuk mencoba wahana-wahana lainnya. Akhirnya kami memutuskan untuk membeli roti rasa cokelat. Roti itu lumayan besar hingga cukup untuk dibagi empat. Dengan ide dari Anto kami akan memakan roti itu sebagai wujud ikrar kami diatas puncak bianglala itu. Dengan penuh semangat kami mengikuti antri yang lumayan panjang.

Hingga tiba saatnya kami berempat naik di Bianglala yang sama. saat tiba pada puncaknya dengan Roti Cokelat itu kami mulai berikrar untuk “Tidak mengecewakan kedua orang tua kami lagi ; Belajar keras hingga akhirnya kami dapat berkunjung ke Negara-Negara yang kami impikan yakni Anto (Negeri Kincir Angin Belanda), Hasby (Negeri Sakura Jepang), Milhan (Negeri Kanguru Australia), dan Saya (Negeri Dua Benua Turki)”. Sungguh hikmat kami mengucapkan ikrar tersebut hingga kami tidak memperdulikan orang-orang disekeliling kami.

Doa dan Ikrar Mimpi Besar Itu Connect di Bianglala Trans Studio Makassar

Kekuatan doa dan usaha yang besar adalah sebuah ramuan untuk keberhasilan. Belum setahun kami setelah berikrar di Bianglala Trans Studio itu, teman saya Anto telah mengunjungi negeri kincir angin Belanda. Dia mengikuti sebuah kegiatan konfrensi anak muda Internasional di sana. Tidak lama setelah itu Hasby dan Milhan mengikuti PPAN mewakili provinsinya, masing-masing masih dengan mimpi mereka untuk berkunjung ke Jepang dan Australia. Saya sampai saat ini belum mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Turki, akan tetapi mimpi itu masih mengalir dan akan terus kuperjuangkan. Semoga kelak saya juga bisa mengunjungi Negeri Dua Benua Itu.


Sepenggal cerita kami, mimpi-mimpi kami, bianglala trans studio, dan sepotong roti cokelat semoga bisa menginspirasi buat anak muda untuk terus Connect Dengan Mimpi Besar. Begitu pula kepada Trans Studio Mall dan Trans Studio Theme Park, terus berinovasi dan berkarya untuk mewujudkan dan menghubungkan keinginan dan mimpi-mimpi pengunjung dan masyarakat Indonesia pada umumnya.

Continue Reading...

Wednesday, May 21, 2014

Keluarga Simponi Versus Keluarga Kerja Terus



Pak Alam adalah karyawan pada salah satu perusahaan swasta, dengan jabatan sebagai staff pada bagian marketing dengan gaji Rp 2.500.000,-/bulannya. Memiliki teman kuliah dan kebetulan menjadi teman sekantor dan ditempatkan pada bagian marketing pula dengan otomatis pendapatan mereka sama tiap bulannya dia adalah pak Agus. Tiga puluh tahun kemudian, ketika masa pensiun menjemput apa yang terjadi pada keduanya?
Pak Agus merasa bahwa dia masih kuat dan harus terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan dan keuangan keluarganya, Anak mereka masih butuh uang untuk kuliah. Padahal apabila melihat kondisi pak Agus yang sudah tua, seringkali mengalami sakit akibat umur sudah tidak selayaknya untuk terus kerja. Lain halnya dengan pak Alam beliau menikmati masa pensiunnya dengan kebahagiaan bersama Istrinya, sementara Anaknya menyelesaikan perkuliahan di Fakultas Kedokteran. Seringkali pak Alam dan Pak Agus bertemu dan mengutarakan apa yang terjadi pada keduanya, mengapa nasip tua mereka bisa berbeda.
Disini dikisahkan keluarga Pak Agus sebagai keluarga yang kerja terus hingga masa tuanya tanpa menyisihkan gaji tiap bulan yang dia peroleh. Dia menghabiskan gajinya tanpa memikirkan kondisi keuangan ketika masa pensiun datang. Lain halnya dengan keluarga Pak Alam yang memanfaatkan fasilitas yang disediakan oleh BNI untuk masa pensiun. Keluarga Simponi adalah sebutan untuk keluarga yang memanfaatkan fasilitas yang disiapkan oleh BNI untuk masa pensiun yakni BNI Simponi. Jadi selayaknya keluarga Pak Alam diberikan nama sebagai keluarga Simponi.
BNI Simponi adalah suatu layanan yang diselenggarakan oleh Dana Pensiun Lembaga Keuangan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (DPLK BNI) untuk layanan program pensiun sejak tahun 1994 berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1992 tentang Dana Pensiun. Dengan demikian Siapa pun kita, baik itu pegawai negeri, pegawai swasta, pegawai BUMN/BUMD, dokter, notaris, konsultan, akuntan, pengacara, arsitek, pedagang, petani, buruh, mahasiswa dan lain sebagainya yang menginginkan kesejahteraan di masa purna tugas bisa menjadi peserta BNI Simponi.
BNI Simponi memberikan manfaat yang lebih buat kita sebagai simponi dalam kehidupan ini diantaranya:
  1. Pensiun Normal, manfaat pensiun diberikan kepada peserta pada saat mencapai usia pensiun yang ditetapkan peserta pada awal masa kepesertaan.
  2. Pensiun Dipercepat, manfaat pensiun diberikan kepada peserta yang minimal berusia 10 (sepuluh) tahun sebelum usia pensiun normal dan berhenti dari kepesertaan.
  3.  Pensiun Cacat, manfaat pensiun cacat dibayarkan kepada peserta yang mengalami cacat tetap dan tidak dapat melanjutkan iurannya.
  4.  Pensiun Meninggal Dunia, apabila peserta meninggal dunia sebelum Usia Pensiun Normal, manfaat pensiun dibayarkan kepada janda/duda atau ahli waris peserta.

Simponi lainnya yang diberikan BNI Simponi adalah:
1.       Iuran dapat dilakukan secara fleksibel, baik dalam jumlah iuran maupun frekuensi iuran.
  1. Dalam masa kepesertaan dana peserta tidak akan dikenakan pajak. Iuran yang disetorkan maupun pengembangan yang diperoleh mendapat fasilitas pajak ditunda selama masa kepesertaan.
  2. Arahan investasi dapat ditentukan oleh peserta sesuai dengan paket investasi yang disediakan.
  3. Dana peserta akan dikembangkan dan hasil pengembangannya diperhitungkan secara harian.
  4. Setoran iuran BNI Simponi dapat dilakukan dengan 4 (empat) cara, yaitu :
a.       Tunai di seluruh Kantor Cabang BNI terdekat.
b.      Transfer dari bank lain.
c.       Melalui fasilitas autodebet dari rekening tabungan atau giro di BNI.
d.      Melalui layanan fasilitas Phone Banking BNI


Jika suatu saat masa pensiun datang, sudah siapkah kita? Jadi selayaknya kita mempersiapkan dana pensiun sejak muda, bukankah bersusah susah dahulu bersenang senang kemudian lebih baik daripada bersusah susah dahulu hingga kemudian tua masih bersusah susah. Jika kita kembali pada cerita awal, kita akan memilih kondisi yang mana? Apakah akan mengikuti jejak keluarga simponi ataukah keluarga kerja terus. Itu adalah pilihan, ingat nasip kita ada pada keputusan kita sendiri. Marilah kita membuka aplikasi BNI Simponi pada kantor cabang BNI terdekat dan nikmati masa tua yang bahagia. kalau masih penasaran, mari klik http://bit.ly/BNI_Simponi . bukannya lebih mudah bukan untuk kebahagiaan masa tua? sekali klil untuk masa tua yang bahagia.


Continue Reading...