Cari Apa

Monday, November 12, 2012

Senyuman Indah dari pahlawan sejuta jasa



“Trimah kasihku kuucapkan pada guruku yang tulus..
Kan ku ingat slalu nasehat guruku, untuk bekalku nanti..”
Sebuah penggalan lagu yang sangat menyentuh dan mengingatkan kembali jasa dan kenangan di kala kecil dulu. Guru adalah semangat tanpa batas, memberikan motivasi dan ilmu karakter dasar kepada calon penerus estafet bangsa Indonesia. Ketika Guru berada pada barisan depan, maka siswa pun akan mendengar dan mengikuti instruksinya. Demikianlah wibawah guru di mata siswa-siswanya. Tapi kadang kala Guru dianggap sebagai Sebuah profesi yang hanya menggambarkan satu program kerja, yakni mengajar. Guru tidak memiliki tantangan dalam pekerjaannya dan bertatap muka pada orang yang setiap harinya berada pada tempat yang sama. Beda dengan profesi dokter, pegawai bank, dan Akuntan. Tapi disana lah letak dari seni menjadi seorang guru.
Guru adalah seni dalam mengukir karakter bangsa indonesia Yang tercermin dalam perilaku dari anak didikan mereka. Guru adalah senyuman bangsa Indonesia di masa depan dengan beribu harapan yang menyertai langkahnya. Guru adalah tokoh yang pertama kali dikenal ketika menginjakkan kaki di bangku sekolah. Dengan demikian.
Ketika bermimpi membangun bangsa, maka Guru yang pertama kali bergerak dalam menciptakan manusia-manusia yang handal dan militan. Bacaan dongeng dari sang guru, dapat memberikan dorongan dan pengem
bangan karakter dari seorang anak. Ketika Guru memperkenalkan hal yang baru, maka seluruh siswa akan bertanya,”apa ini pak?” dengan cerdas Guru harus menjawab dengan lugas “ ini adalah...”. Guru adalah kaum Intelek yang pertama menyentuh dari sang penerus bangsa. Maka tidak salah jika senyuman dari sang Guru adalah proyeksi senyuman bangsa dimasa depan.
Indonesia berkibar dengan lahirnya guru-guru yang berkarakter, Intelek, berjiwa sosial, Emosional baik, dan spiritualis. Sebuah terobosan baru dalam melukis mimpi wajah Indonesia di masa depan. Dari sabang hingga merauke tidak kurang dari ribuan guru yang memberikan didikan kepada calon penerus estafet kepemimpinan di Indonesia. Didikan dari sang Guru adalah motivasi dalam berinovasi untuk kesejahteraan bangsa.
Bunga yang Indah, adalah bunga yang bermekaran dikala bunga lain sedang melayu. Disana lah kondisi yang sama bagi profesi Guru, mereka adalah pengembang dari kuncupnya tunas-tunas muda bangsa Indonesia.
Ketika dahulu kala, Guru sering dikatakan sebagai pahlawan tanpa tanda jasa, maka saat ini kita berani mengatakan bahwa Guru adalah pahlawan berjuta jasa. Tidak kurang dari jutaan anak telah dilukis oleh sang guru dengan pena yang begitu lembut dalam konteks intelektual. Guru bergerak dengan hati-hati agar lukisan mereka dapat lebih sempurna dari apa yang mereka miliki. Guru sangat sadar bahwa ketika hasil lukisan mereka lebih bagus dari apa yang mereka miliki maka disanalah letak kesuksesan dari sang Guru.
Tidak ada kata terlambat dalam belajar. Tidak ada kata terlambat dalam menjalankan skenario mimpi dengan semangat. Tidak ada kata terlambat dalam melahirkan pemuda-pemuda yang intelek, spiritualis, emosional baik, dan berkarakter. Tidak salah jika setiap tanggal dua mei diperingatinya sebagai hari pendidikan nasional, dan siswa diajak untuk memoratoriumkan apa yang ada pada masa ini. Semangat Guru, adalah semangat bangsa Indonesia yang akan melahirkan manusia-manusia yang handal. Senyuman Guru, adalah senyuman dari seorang pahlawan yang telah mehirkan berjuta manusia dalam bingkai didikan berkarakter untuk kemaslahatan bangsa.
Continue Reading...