Cari Apa

Tuesday, December 26, 2017

Kisah Kesetaraan: Cahaya-Cahaya dari Negeri Kahayya


“Orang-orang kahayya boleh saja tinggal di kampung, asal jangan berpikiran kampungan. Begitu pula bapak-bapaknya boleh saja pakai sarung, tapi anaknya harus sarjana.” — Djunaidi Abdillah (Asisten Administrasi Pembangunan Pemkab Bulukumba)
Suara anak-anak yang hendak ke sekolah membangunkanku pagi ini. Suhu dingin khas pegunungan mengajakku mendekap selimut selepas shalat subuh tadi. Asap mengepul dari arah dapur beriringan dengan aroma kopi robusta menjadi penghangat alami bagi penghuni rumah.

“minum ki’ de’.” Ajakan menikmati segelas kopi khas kahayya dari sang pemilik rumah.
Tidak membutuhkan waktu lama untuk kami menghabiskan segelas kopi hangat tersebut. Rasa pahit kopi pekat dengan manisnya gula aren setidaknya menjadi kombinasi penyemangat pagi yang mantap.

***
Desa kahayya dan kopi adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Dimana, asal usul dari penamaan kahayya berasal dari bahasa lokal (Makassar konjo) kata kaha yang berarti kopi dan –yya yang menunjukkan tempat. Sehingga kita dapat mengartikan Kahayya sebagai tempat dimana kopi bisa ditemukan dengan mudah. Benar saja, Kopi merupakan komoditi andalan dari Desa Kahayya dengan jumlah penduduk sekitar 133 Kepala keluarga yang sebagian besar berprofesi sebagai petani. Sedangkan luas wilayah Desa Kahayya sendiri sekitar 1.468 hektar.

eksklusif, itulah sedikit gambaran tentang kahayya masa lalu. Stigma yang melekat pada masyarakat kahayya sebagai orang-orang  gunung, kini dapat dipatahkan dan dijembatani oleh mereka yang pada tulisan ini akan disebut sebagai cahaya. Iya, cahaya yang menerangi dalam kegelapan stigma.

Berikut cahaya-cahaya dari negeri kahayya,

Pak Abdul Rahman (Kepala Desa Kahayya)
Foto bersama pak abdul rahman

“saya mengajak masyarakat untuk giat menanam kopi di kebunnya, soalnya pemahaman mereka masih rendah tentang pentingnya menanam pohon. Nah, saat mereka hendak menanam kopi, mereka pasti akan menanam pohon pelindung kopi lebih dahulu.”—Abdul rahman

Pak abdul rahman, Salah seorang tokoh yang memperjuangkan terbentuknya desa Kahayya dari desa induk kindang. Saat bertemu, Beliau berkisah tentang kahayya masa lalu. Kahayya terbentuk menjadi sebuah desa tidaklah semudah membalikkan telapak tangan.
Zaman dulu, kahayya hanyalah sebuah dusun yang jauh dikarenakan kondisi geografisnya. Jalan setapak dan jembatan bambu adalah fasilitas sederhana yang paling sering dijumpai saat ke kahayya. Perjuangan bertahun-tahun akhirnya pada tanggal 27 Desember 2011 desa Kahayya resmi menjadi sebuah desa, dan pada tahun 2012 dilaksanakan pemilihan kepala desa di Kahayya.

Ajakan beliau untuk mensosialisasikan pentingnya menjaga hutan, telah termuat pada quotes diatas. Beliau menambahkan bahwa sebenarnya ada banyak program-program yang ada dikepalanya untuk kemajuan Kahayya, diantaranya penganggaran air di perkebunan dan pembangunan gedung perpustakaan hutan yang berisi tentang pengetahuan umum jenis-jenis kayu dan tumbuhan yang ada di hutan.

Sungguh mulia rencana beliau kedepannya, semoga bisa terealisasi dan kita akan bertemu dengan desa Kahayya yang semakin keren.

Pak Marsan
foto bersama pak marsan

“Kami berinovasi dengan apa yang kami lihat di internet, PLTMH dan beragam produk hasil pertanian kami dapat dari sana.” – Pak Marsan

Tokoh yang satu ini adalah seorang ketua pemuda dan kelompok tani yang visioner. Pertemuan kami dengan beliau saat mengunjungi Tanjung Donggia. Tanjung Donggia adalah salah satu spot yang tidak boleh terlewat saat ke Kahayya. Hijaunya gunung dengan garis putih aliran sungai adalah pemandangan yang sangat eksotis.

Beliau berkisah bahwa sebelum tahun 2015, mereka memasarkan kopi hasil perkebunan mereka dalam bentuk gelondongan ke Malakaji, kemudian dari Malakaji diantar ke Makassar ataupun ke Toraja. Namun, selepas tahun 2015 hingga kini mereka sudah bisa memotong tali distribusinya dari petani tanpa melalui pedagang pengumpul dan pengusaha lagi. Mereka bisa memasarkannya langsung kepada konsumen, bahkan bisa melalui pesan online ke kahayya.com

Pembangkit listrik tenaga mikro hidro, adalah inovasi dalam penyediaan aliran listrik berskala masyarakat. Pada awalnya kami berpikiran bahwa aliran listrik yang masuk ke desa ini adalah bersumber dari PLN, ternyata dugaan kami salah. Listrik yang ada di desa ini bersumber dari tenaga turbin yang digerakkan oleh air. Lain lagi dengan inovasi kripik kacang buncis dan teh kopinya. Sangat khas dan tentunya bisa di dapatkan ketika berkunjung ke Kahayya.

Sulawesi Community Foundation (SCF)

“Kahayya, titisan kayangan yang jatuh ke bumi. Begitulah perumpamaan tanah yang indah dengan sumber daya alam yang memadai.”

Pilar masyarakat adat adalah salah satu dari lima pilar program peduli. Sulawesi community Foundation (SCF) adalah sebuah lembaga yang turut serta menjadi jembatan inklusi sosial. Meningkatkan awareness masyarakat dan membuka akses adalah salah satu tujuan dari program inklusi sosial ini.

SCF pada dasarnya telah membantu petani dari mengetahui bibit yang baik, pelatihan panen, pasca panen, hingga pemasaran hasil pertanian. Mempromosikan potensi desa kahayya hingga advokasi terkait HKM (pemanfaatan kawasan hutan hingga 35 tahun).

***
EKOLOGI VS EKONOMI
Beberapa tahun belakangan seringkali terdengar terkait dimana ekonomi meningkat maka ekologi bisa menurun. Begitu pula sebaliknya, ekologi meningkat makan ekonomi yang menurun. Nah, kali ini pernyataan itu bisa dipatahkan oleh desa Kahayya. Dimana program-program pembangunan akan tetap berbasis kepada lingkungan. Tahun 2018 nantinya sejumlah SKPD pemerintah kabupaten bulukumba akan bersinergi untuk meningkatkan akses dan fasilitas hingga terciptanya produk ekowisata yang bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat di desa kahayya.

***

Demikianlah kisah cahaya-cahaya dari negeri kahayya. Setidaknya setelah menulis ini rasa rindu akan semakin meningkat. Ayo, atur waktu ke kahayya yuk!
Continue Reading...

Saturday, November 25, 2017

Mencintai NKRI dengan Sederhana

“Sederhana bukan berarti tidak mencintai, namun sederhana adalah sebuah konteks yang tidak memberatkan dan cenderung dilakukan dengan lapang dada”
Indonesia namanya, sebuah negeri yang selalu dihati dan jiwa setiap orang yang tinggal dan pernah mengunjunginya. Hidup tenteram dan damai walau dalam perbedaan Agama, Suku, dan Ras. Kerukunan antar umat beragama, toleransi dan kebersamaan setiap etnis, hingga terciptanya kedamaian serta persatuan dan kesatuan bangsa.

Mengutip kata Bung Karno, bahwa “perjuaganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsa sendiri.”

Proyeksi beliau tentang masa kini hampir betul adanya. Pertikaian bisa kita temui dimana-mana. Hampir setiap hari berita di televisi, koran, radio, dan media daring mengabarkan konflik antar warga dengan beragam latar masalah. Memang tak bisa dipungkiri Negara Kesatuan Republik Indonesia ini dihuni oleh manusia dengan beragam etnis dan latar belakang budaya, sehingga untuk menyatukan visi memang sangat sulit jika tidak ada sikap lapang dada.

Pada dasarnya untuk membuktikan rasa cinta kita pada NKRI cukup sederhana, tidak perlu dengan pengorbanan yang berlebihan. Cukup dengan menerapkan lima kunci sederhana, yaitu:

Kunci 1: Kerukunan
Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin
Kerukunan antar masyarakat sebenarnya telah diterapkan oleh nenek moyang kita sejak zaman kerajaan dulu. Tidak memaksakan kehendak kepada orang lain dan saling membantu dalam kebaikan, ini dapat tercermin dari kegiatan-kegiatan bersama oleh TNI, Polri, dan masyarakat dalam menjaga situasi lingkungan masyarakat yang kondusif.

Kunci 2: Toleransi

Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin
Saat ini di Negara kita bukan lagi hanya 6 agama yang bisa tercantum di status kependudukan, namun setiap agama kepercayaan juga bisa tercantum di kartu tanda penduduk setiap warga Negara. Dengan demikian, setiap orang bebas melaksanakan ibadahnya tanpa mengganggu dan diganggu oleh siapapun. Toleransi ini dapat tercermin dari saat lebaran tiba, tentara atau polisi non muslim menjaga masjid tempat berlangsungnya ibadah, begitu pula saat natal ataupun acara-acara keagamaan lainnya.

Kunci 3: Kebersamaan
Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin
Manusia sebagai makhluk sosial tentunya membutuhkan teman untuk saling berbagi dan membantu. Meringankan yang berat dan mempermudah yang sulit. Ada banyak cara untuk mewujudkan kebersamaan ini, misalnya saja kebersamaan antara TNI dan Polri dalam latihan bersama, kebersamaan antara TNI dan masyarakat dalam kontrol pangan dan pertanian.

Kunci 4: Kedamaian
Workshop Forum Bela Negara di Dunia Maya

Berdamai dengan diri adalah salah satu kunci perdamaian. Bagaimana bisa dunia ini damai, kalau kebencian terus dilontarkan dimana-mana. Tidak bisa dipungkiri, semenjak dunia digital merambah masyarakat luas, berita semakin mudah menyebar dan sulit untuk disaring. Hoax dan berita kebencian menjadi komoditi yang paling laku di pasaran. Atas dasar itu KODAM XIV Hasanuddin membentuk www.belanegara.or.id dengan maksud untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat bahwa untuk melakukan bela Negara bukan hanya dengan mengangkat senjata. Namun, saat ini dengan jari kita sudah bisa melakukan bela Negara yakni menyebarkan berita-berita damai di Internet.

Kunci 5: Persatuan dan Kesatuan
Sumber Gambar: www.instagram.com/kodam.hasanuddin

Sila ketiga pada pancasila adalah Persatuan Indonesia. Hal ini menjadi dasar, bahwa untuk menjaga dan mempertahankan keutuhan NKRI dibutuhkan sikap persatuan dan kesatuan dari seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali TNI dan Polri. Tidak adanya perpecahan dan konflik adalah tanggung jawab bersama agar kedepannya NKRI tetap kuat.

Setidaknya 5 kunci sederhana tersebut bisa menjadi modal yang besar untuk Indonesia yang lebih baik.

Continue Reading...

Friday, June 16, 2017

Pancasila dan Sepucuk Surat Rindu

Makassar, 16 Juni 2017

Teruntuk Engkau panutan hidup Bangsa Indonesia, Sang Ideologi Unik, Pancasila.
Hari ini dari bumi anging mammiri, kami ingin memberikan kabar rindu. Rindu dari anak bangsa yang bermimpi tentang negeri yang sejahtera dan aman sama halnya negeri madani yang selama ini dimimpi-mimpikan.

Tahukah Engkau, jika beberapa saat belakangan ini kami baru saja mengalami benturan. Iya, benturan tentang adanya kebebasan berekspresi di dunia maya yang berujung kepada melencengnya sikap dan aktualisasi terkait nilai-nilai engkau.1

Hate Speech, Hoax, dan segala bentuk berita yang berunjung kepada kebencian sangat mudah ditemukan dimana-mana. Jari tangan yang dulunya sering digunakan untuk kebaikan, kini sangat rentan dengan keburukan. Sekali klik semua ujaran kejahatan menyebar keseluruh penjuru negeri.

Tahukah Engkau, jika saat ini kami masih bergulat dengan saudara kami sendiri. Itu karena berbeda pilihan saat pemilihan umum, berbeda agama, hingga hal sepele berbeda tim sepak bola andalan. Namun, di Sulawesi Selatan itu sudah mulai diredam dengan adanya Garakan “Ayo Santun dan Produktif di media sosial”.  Sebuah gerakan edukatif yang mengajak pengguna media sosial untuk memanfaatkan jari jemarinya kearah yang lebih baik.1

Pancasila, panutan hidup kami. Benar kata Soekarno “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” Kami mulai sadar akan sulitnya manjaga keutuhan bangsa Indonesia ini. Indonesia bukan hanya jawa, tapi aceh sampai papua dengan 714 suku bangsa.2

Pancasila ideologi unik yang kami banggakan. Sejatinya engkau adalah bagian terpenting dari Indonesia. Bukankah leluhur kami menciptakan engkau untuk Indonesia yang berbudaya, Indonesia yang bernegara dan Indonesia yang beragama.3 perpaduan ketiganya adalah hal yang luar biasa dalam memutar roda kehidupan bangsa Indonesia kedepannya.

Pancasila kebanggaan kami. “Ketuhanan Yang Maha Esa”, Bukankah engkau ideologi yang percaya akan adanya Tuhan? Lalu mengapa kami selalu berbenturan dengan orang yang menyuarakan kebencian kepada engkau? Ataukah kami adalah orang-orang yang belum mengaktualisasikan nilai-nilai engkau dalam kehidupan kami?

Pancasila pedoman hidup kami. “ Kemanusiaan yang adil dan beradab.” Bukankah engkau ideologi yang percaya dan peduli akan persamaan martabat manusia? Lalu mengapa kami sering menyebarkan berita kejelekan tentang saudara kami? Ataukah kami adalah orang-orang yang belum menerapkan nilai kemanusian seutuhnya dalam kehidupan kami?

Pancasila kebahagiaan kami. “Persatuan Indonesia.” Bukankah engkau adalah pemersatu bangsa yang terdiri dari 714 suku bangsa ini? lalu mengapa kami sering ribut hanya karena perbedaan calon pemimpin yang kami pilih saat pemilu? Ataukah kami adalah orang-orang yang belum mencintaimu seutuhnya sehingga kesulitan menilaimu lebih dalam.





Pancasila Gaya kami. “Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat dalam permusyaratan/perwakilan.” Bukankah engkau adalah sekumpulan nilai-nilai baik yang seharusnya diterapkan oleh pemimpin bangsa kami? lalu, mengapa masih ada korupsi, kolusi, dan nepotisme yang terjadi dimana-mana? ataukah kami belum memaknaimu secara sempurna?

Pancasila sanubari kami. "Keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia." bukankah engkau adalah kabar baik untuk seluruh lapisan masyarakat? lalu mengapa kami belum merasakan keadilan setuhnya, hukum bagaikan tajam kebawah, dan tumpul keatas? ataukah kamu belum memilikimu secara komprehensif?

Sekianlah Surat rindu dari kami, anak bangsa yang peduli kemajuan bangsa.


1. Ir. H. Andi Hasdullah, M.Si Kepala Dinas Kominfo,  Statistik dan persandian
2. Handoko Data, Tim Komunikasi Presiden
3. Dr. Heri Santoso, Kepala Pusat Studi Pancasila UGM Jogjakarta. Dosen fakultas Filsafat UGM
Continue Reading...

Sunday, March 12, 2017

Seminggu Pelesiran di Makassar, Kenapa Tidak?

Sumber Gambar: Credit
Jika Sobat memiliki kesempatan untuk berkunjung ke Makassar selama seminggu, kira-kira Sobat mau melakukan apa? Cukup datang, kemudian mencari Hotel di Makassar, city tour keliling kota, makan coto, nongkrong di pantai losari, setelah itu pulang.


Ah. Sayang sekali kalau Sobat melewatkan tempat-tempat keren lainnya di sekitaran Makassar. Nah, ada baiknya mengunjungi wilayah-wilayah lain di Sulawesi selatan. Tujuh hari adalah waktu yang lumayan cukup untuk berkunjung ke beberapa tempat lainnya. Berikut kita akan membahas tempat-tempat yang bisa Sobat kunjungi dalam schedule harian, Sobat bisa menyesuaikannya dengan waktu sobat nantinya yah.

Hari I

Hari pertama di Makassar, ada baiknya diisi dengan berkunjung di tempat-tempat yang memanjakan mata. Bantimurung sekitar 40 KM dari pusat kota Makassar, Sobat bisa menggunakan Sewa Mobil di Makassar untuk berkunjung ke tempat ini. waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam. Bagusnya Sobat berangkat di pagi hari biar suasananya juga lumayan baik.
Pintu Gerbang Taman Nasional Bantimurung. Sumber Gambar: Credit
Taman Nasional Bantimurung merupakan pusat penangkaran kupu-kupu. Jika Sobat mau melihat segala macam aktivitas serangga yang cantik ini, cukup berjalan-jalan di sekitar penangkarannya. Selain itu sobat juga bisa berbasah-basahan dibawah guyuran air terjun yang ada di Bantimurung.
Air Terjun di Bantimurung. Sumber Gambar: Credit
Puas dengan air terjun dan kupu-kupu, Sobat bisa bergerak ke Rammang-rammang yang letaknya juga masih di Maros. Jarak tempuhnya tidak begitu jauh, sehingga bila belum sempat makan siang, Sobat bisa menikmati sajian di tempat makan yang ada di Rammang-rammang saja. Sobat bisa menyewa perahu untuk menikmati keindahan di tempat ini.
Keindahan Alam Rammang-rammang. Sumber Gambar: Credit
Setelah lelah berjalan-jalan dengan keindahan alam, cukup waktunya untuk kembali ke Makassar dulu. Dalam perjalanan pulang, jangan lupa untuh singgah menikmati hangatnya roti maros yang nikmat. Roti kasur yang lembut diisi dengan manisnya selai kaya akan menambah nikmatnya liburan Sobat di hari pertama ini.
Nikmatnya Roti Maros. Sumber Gambar: Credit
Kalau masih sempat, sobat bisa menikmati matahari terbenam di Pantai Losari sembari menikmati seporsi Pisang Epe. Berfoto dengan landmark Pantai Losari adalah  pilihan yang tepat. Kalau istilah “No Pict=Hoax” nah, pembuktiannya kalau sobat sudah mampir ke Makassar harus ada fotonya dong. Minimal di Pantai Losari.
Matahari Terbenam di Pantai Losari. Sumber Gambar: Credit
Oh iya. Menu makan malam untuk mengubur lelahnya aktivitas seharian, sobat bisa menikmati seporsi Coto Makassar. Kalau saya sih, merekomendasikan Coto Nusantara, Coto Gagak, ataupun Coto Maros. 
Seporsi Coto Makassar. Sumber Gambar: Credit
Hari II

Kalau Sobat penasaran dengan indahnya budaya dan alam Toraja. Sobat bisa menggunakan bus antar kota ataupun dengan Sewa Mobil di Makassar. Waktu tempuh agak lumayan lama, jika Sobat berangkat pagi akan sampai di Toraja sore hari. Ataupun kalau berangkat pada malam hari, Sobat akan sampai subuh hari.

Saat di perjalanan Sobat bisa singgah sejenak untuk menikmati keindahan Gunung Nona di Enrekang. Hamparan gunung yang indah akan menyambut dengan riang setiap pasangan mata yang menyaksikannya. Dari tempat ini, siap-siap saja Sobat akan semakin cinta pada Indonesia.
Keindahan Alam di Gunung Nona. Sumber Gambar: Credit
Sampai di Toraja, Sobat bisa menginap di hotel yang ada disana. Cukup banyak hotel yang tersedia kok. jadi jangan takut. 

Hari III

Kalau Sobat sudah menyaksikan matahari tenggelam di Pantai Losari kemarin. Nah, dari Toraja Sobat bisa melihat keindahan matahari terbit dari negeri diatas awan di Bukit Lolai Kab. Toraja Utara. Kesejukan dan Keindahannya akan menyihir setiap orang yang merasakan suasana berdiri sejajar bahkan diatas awan.
Eksotisme Negeri Diatas Awan. Sumber Gambar: Credit
Selepas itu Sobat bisa ke Tongkonan Pallawa. Rumah adat Toraja berjejer dengan rapi dan apik menjadikan spot yang keren untuk foto-foto. Tongkonan sendiri merupakan rumah adat masyarakat Toraja. Keunikan lainnya adalah pada tongkonan-tongkonan tersebut ditambahkan dekorasi tanduk kerbau di depannya.
Rumah Adat Tongkonan. Sumber Gambar: Credit
Masih dengan heritage nya Toraja. Selanjutnya Sobat bisa berkunjung ke Londa. Dari sini Sobat bisa melihat bebatuan curam yang penuh dengan makam orang-orang Toraja yang telah meninggal dunia. Di tempat ini Sobat bisa meliihat berbagai macam peti yang diatur berdasarkan garis keturunan. Bagi sebagian orang mungkin tempat ini agak menakutkan, namun itulah budaya. Setidaknya sepulang dari tempat ini, Sobat akan lebih cinta sama Indonesia.
Makam di Londa. Sumber Gambar: Credit
Ada lagi Ke’te Kesu. Tempat yang keren ini wajib Sobat kunjungi, karena selain banyaknya Tongkonan di tempat ini Sobat bisa melihat kuburan diatas tebing serta adanya tau-tau (patung mirip manusia) yang dipajang dalam batu.
Keindahan Panorama Ke'te Kesu. Sumber Gambar: Credit
Selain itu, di Toraja juga ada tempat wisata yang bernama Lemo. Lemo bagi kepercayaan warga lokal sebagai rumah para arwah. Di tempat ini Sobat bisa melikat mayat yang diletakkan pada alam terbuka diantara sisi batuan yang curam. Bagi Sobat yang ingin menyaksikan mayat-mayat itu digantikan pakaiannya, Sobat bisa berkunjung ke tempat ini pada saat upacara Ma’nene diadakan. Ada waktu-waktu tertentu diadakannya acara ini, untuk itu Sobat harus tetap update informasi tentang Toraja yah.
Pemakaman di Lemo. Sumber Gambar: Credit
Ada lagi nih, namanya Batu Tumonga. Hamparan bebatuan yang Indah dan eksotis menjadi daya tarik tersendiri dari tempat ini. Kalau berada di tempat ini, Sobat bisa melihat keindahan kota Rantepao.
Panorama Hijaunya Alam di Batu Tumonga. Sumber Gambar: Credit
Hari IV

melihat budaya dan keindahan alam Toraja saja belum lengkap rasanya kalau Sobat belum mengunjungi tempat lain di sekitaran kota Makassar. Untuk itu, dua hari di Toraja sudah lumayan cukup untuk melihat sebagian dari eksotisnya tanah Sulawesi. Pada hari ke empat Sobat bisa memilih untuk kembali ke Makassar.

Saat perjalanan pulang, Sobat bisa menyempatkan singgah di Enrekang. Ada Dangke, keju khas masyarakat Enrekang dan Seporsi Nasu Cemba yang bisa Sobat cicipi. Rasa yang khas tentunya akan Sobat rasakan dari kedua makanan lezat ini.
Seporsi Nasu Cemba yang Nikmat. Sumber Gambar: Credit
Dangke, Keju Khas Enrekang. Sumber Gambar: Credit
Setelah itu, Singgahlah sebentar di daerah Pangkep untuk merasakan manis dan legitnya Dange khas masyarakat Segeri Pangkep. Bisa juga menyantap Sop Saudara, makanan olahan daging dengan kuah yang rasanya kuat. Lebih mantap lagi jika disajikan dengan ikan bakar.
Hangat dan Legitnya Dange. Sumber Gambar: Credit

Seporsi Sop Saudara dan Ikan Bakar. Sumber Gambar: Credit
Sampai di Makassar, Sobat bisa menginap di Hotel diMakassar. Untuk menu makan malam, Sobat bisa memilih antara Pallu Mara (Ikan Masak khas Makassar) atau Pallu Basa (Olahan Daging seperti Coto dengan taburan kelapa sangrai). Namun, Sobat juga bisa mencicipi keduanya kok.
Seporsi Pallu Mara Menggugah Selera. Sumber Gambar: Credit

Seporsi Nikmatnya Pallu Basa. Sumber Gambar: Credit
Hari V

Setelah beberapa hari penuh dengan permainan di alam pegunungan, saatnya Sobat berkunjung ke pantai. Tanjung Bira adalah salah satu destinasi yang keren selanjutnya. Hamparan pasir putihnya akan menyambut kekaguman setiap orang yang datang kesana.
Hamparan Pasir Putih di Tanjung Bira. Sumber Gambar: Credit
Ada bagusnya Sobat berangkat subuh hari dari Makassar, biar lebih puas untuk mengeksplor daerah pantai ini. Selain Tanjung Bira Sobat juga bisa berkunjung ke Appalarang, masih di daerah Bulukumba. Daerah yang eksotis satu ini seringkali digadang-gadang sebagai salah satu surga tersembunyi di Sulawesi.
Keindahan Apparalang. Sumber Gambar: Credit
Sobat bisa memilih untuk menginap semalam di tempat ini. ada beberapa penginapan di sekitaran pantai Tanjung Bira dan di kota Bulukumba.

Hari VI

Puas dengan hangatnya daerah pantai. Sobat bisa menikmati kesejukan alam di Malino. Hamparan hijaunya perbukitan akan menyambut bahagia kelelahan Sobat. Rimbunnya pohon pinus serta hamparan pohon teh menambah Indahnya tempat ini. Setidaknya suhu dingin di tempat ini lebih mantap jika Sobat menikmati segelas teh hangat hasil perkebunan masyarakat lokal.
Hijaunya Alam di Malino. Sumber Gambar: Credit
Oh iya, sepanjang perjalanan dari Tanjung Bira ke Malino, Sobat bisa singgah di daerah Jeneponto untuk mencoba makanan khasnya. Ada Coto Kuda dan Konro Kuda, makanan yang cukup melegenda di daerah itu.
Ayo Coba Kuliner dari Kuda. Sumber Gambar: Credit
Hari VII

Dari Malino, saatnya Sobat kembali ke Makassar. Ini waktunya untuk membeli oleh-oleh khas Sulawesi Selatan. Bagi Sobat yang belum sempat membeli oleh-oleh di destinasi wisata yang kemarin dikunjungi. Tenang, di Jl. Sombaopu tersedia pusat oleh-oleh khas Sulawesi Selatan. Saat Sobat tidak sempat membeli hiasan kupu-kupu di Bantimurung, Ukiran dan Manik-manik khas di  Toraja, serta Miniatur Perahu Phinisi di Pantai Bira, sobat bisa mendapatkan semua itu di Jl. Sombaopu.
Pusat Oleh-oleh di Jl. Sombaopu. Sumber Gambar: Credit
Kalau masih sempat, Sobat bisa mencicipi Es Pisang Ijo, Es Pallu Butung dan nikmatnya Jalangkote di Rumah Makan Bravo yang berada di Jl. Andalas. Sobat juga bisa membawa pulang Jalangkote sebagai oleh-oleh. Tapi jangan lupa membeli jalangkote yang setengah matang saja, nanti sampai di kota Tujuan baru digoreng lagi.
Segarnya Es Pisang Ijo dan Hangatnya Jalangkota. Sumber Gambar: Credit
Saatnya Sobat kembali ke kota asal dengan berjuta pengalaman menarik dari Makassar dan sekitarnya. Oleh-oleh dan Foto-foto setidaknya menjadi bukti kalau Sobat sudah menikmati eksotisnya tanah Sulawesi ini.

Untuk pembagian hari diatas hanya menjadi rujukan buat Sobat sekalian. Sobat bisa menyesuaikan dengan waktu dan kemampuan Sobat saja. Ayo segera ke Makassar, ada banyak keindahan yang menantimu disini.

Continue Reading...

Thursday, November 10, 2016

Titik cahaya dari pulau sebatik


Malam itu angin darat mengantarkannya berlabuh dari dermaga sei nyamuk. Puluhan perahu bertaruh dengan dinginnya malam dan kencangnya angin di perbatasan Malaysia. Mereka bermodalkan semangat dan kepercayaan pada Tuhan tentang rezeki yang akan di dapatkannya dari lautan nanti.

Anak dan Istri di rumah menanti sembari memohon kepada sang pencipta semoga orang yang dikasihi bisa pulang dengan selamat dan membawa hasil tangkapan yang banyak untuk mereka. Setiap hari, setiap malam, bermain bersama angin dan laut. Itulah sedikit gambaran siklus kehidupan nelayan di pulau sebatik.
***
Indonesia merupakan sebuah negara maritim, dimana jumlah lautannya lebih besar daripada daratannya. Hal ini menggambarkan bahwa banyak masyarakat Indonesia yang menggantungkan hidupnya pada lautan. Jumlah pulau yang banyak hingga belasan ribu menjadi tantangan dalam pemerataan pembangunan disegala aspek. Energi listrik misalnya, masih adanya gap antara masyarakat kota dengan masyarakat pulau.

Berdasarkan data ketenagalistrikan sampai akhir tahun 2014, kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik di Indonesia mencapai 53.065,50 MW hal ini menandakan adanya peningkatan dari tahun sebelumnya yakni 50.898,51 MW, sehingga kapasitas terpasang pembangkit tenaga listrik di Indonesia mengalami kenaikan sebesar 2.166,99 MW atau 4,25%. Namun, jika disandingkan dengan Tiongkok, nilai ini masih jauh dari kata ideal yang sudah mencapai 1,3 Juta MW.
***
Saat itu saya mengunjungi pulau sebatik sebagai mahasiswa yang sementara melaksanakan pengabdian masyarakat. Berkunjung ke dermaga di pagi hari adalah rutinitas saya, menanti fajar menyongsong dan nelayan yang pulang dari melaut.

Bertemu dengan masyarakat pulau sebatik memiliki makna tersendiri bagi saya. Dimana bisa merasakan suasana pulang kampung di tanah bugis. Lebih dari setengah masyarakat di pulau sebatik merupakan suku bugis. Bahasa yang digunakan sehari-haripun bahasa bugis ataupun bahasa Indonesia dengan aksen melayu.

Sebut saja Pak Andi nama bapak yang saya temui saat itu. Beliau menggunakan bahasa bugis yang fasih untuk menjelaskan tentang pulau sebatik saat pertama kali dia datang. Pada tahun 1980an dia bersama pamannya meninggalkan tanah bugis kemudian merantau ke pulau entah berantah.

“saya tidak punya sedikitpun gambaran tentang pulau ini sebelumnya. Saya hanya mengikuti ajakan paman saya.” katanya.

Darah bugis yang mengalir dalam tubuhnya menjadikannya seorang pelaut yang handal. Katanya beliau Memilih nasib menjadi seorang nelayan karena dia percaya bahwa laut akan selalu memberikan kabar baik ke daratan. Hasil tangkap laut akan selalu ada untuk keluarganya. Filosofi yang sangat dalam.

Warung kopi dekat dermaga menjadi saksi perbincangan kami, beliau menceritakan banyak hal tentang pulau sebatik dan perubahan yang dirasakannya hingga saat ini. tahun 1980an dulu mereka hanya bisa melihat cahaya dari tawau Malaysia di malam hari. Alhamdulillah, saat ini masyarakat pulau sebatik juga bisa menikmatinya, bahkan membawa cahaya itu ke tengah lautan.
***
Pemadaman bergilir, masih sering terjadi. Bukan hanya di pulau sebatik, tapi juga seluruh Indonesia. Ini diakibatkan oleh cadangan energi yang kita miliki masih jauh dari kata ideal yakni 10% dari yang seharusnya 30%. Ini memberikan gambaran bahwa Indonesia masih krisis listrik.

Untuk menjawab tantangan krisis listrik tersebut, diberlakukannya pengembangan energi baru dan terbarukan yang berasal dari panas bumi, hydro, bio massa, tenaga surya, tenaga angin, dan bio-fuel. Berdasarkan RUPTL PLN 2016, maka proyeksi pembangkit energi baru dan terbarukan hingga tahun 2025 adalah pada tabel berikut ini.
***
Pantang bagi seorang perantau untuk menolak ajakan sang kepala kampung. Dengan sigap saya menerima ajakan pak Andi untuk bersantap siang di rumahnya. Kebetulan dari pagi perutku hanya diisi dengan sepotong roti dan segelas teh hangat.

Rumah Pak Andi tidak begitu jauh dari dermaga, hanya sepelemparan bola kasti. Makan siang yang begitu nikmat, sekali lagi saya mengatakan bahwa saya merasa pulang kampung. Pulang ke tanah bugis.
Apa yang saya lihat di rumah Pak Andi, benar-benar membuat mata saya semakin cinta pada Indonesia. Beragam peralatan rumah tangga seperti ricecooker, dispenser, kulkas, televisi, dvd, kipas angin, dan speaker bass menyapa dengan tersenyum di sudut-sudut rumah. Dengan beragamnya alat elektronik ini menandakan mereka tidak kesulitan dalam mengakses listrik.
***
Pulau sebatik mulai bisa menikmati listrik selama 24 jam dalam seharinya tanpa pemadaman. Setelah digalakkannya kabel bawah laut yang menghubungkan sembakung di daratan Kalimantan utara menuju nunukan dan terus ke pulau sebatik.

Pulau sebatik yang merupakan beranda terdepan NKRI sudah seyogyanya bisa menjadi role model untuk perubahan pulau-pulau lainnya di tanah air. Ada ribuan pulau-pulau yang mungkin nasibnya masih jauh dari pada sebatik. Namun setidaknya kabar tentang kabel bawah laut sudah menjadi gambaran kebahagiaan di masa depan tentunya.

Saya akan mengutip sedikit tulisan Pak Dahlan Iskan disini. Yakni “jangan mau jadi ban belakang”. Nanti cepat gundul. Mengapa ban belakang cepat gundul? Secara bergurau beliau mengemukakan, ban belakang itu cepat gundul karena mikir terus bagaimana cara bisa mengejar ban depan! Intinya PLN harus jadi ban depan! Jangan sampai kesibukan utamanya terus-menerus memikirkan krisis listrik. Jadilah ban depan. Listrik harus terus ditambah. Mengimbangi naiknya permintaan listrik dari masyarakat.
***
Suatu ketika saya diajak Pak Andi untuk ikut bersamanya malam itu menangkap ikan di bagang. Bagang adalah tempat dimana ikan berkumpul karena diterangi oleh cahaya lampu. Disana saya menjadi saksi bahwa apa yang bapak Pak Andi katakan diawal perjumpaanku di warung kopi itu benar adanya. Saya melihat bagaimana cahaya neon benar-benar mengisi keheningan malam di tengah laut perbatasan.

Nelayan kini merasa bahagia karena sekarang setidaknya sudah dapat menikmati kemudahan dengan listrik. Termasuk bapak Pak Andi yang merasakan banyak kemudahan dalam melakukan aktivitas tangkap ikannya. Mulai dari penerangan dimalam hari, es untuk mendinginkan ikan dengan mudahnya dapat ditemukan di daratan, penjualan ikan dapat dilakukan dengan alat telekomunikasi memadai. Hingga saya pun berpikir, mungkin suatu saat nanti perahu-perahu nelayan hanya di charge dengan energi listrik disiang hari kemudian mereka bisa berlayar semalaman.

Sekian dulu, pembahasan kita tentang Listrik di Pulau perbatasan. Semoga banyak nilai yang bisa kita dapatkan.

Makassar, 10 November 2016

Sumber data:
Statistik ketenagalistrikan 2015
RUPTL PLN 2016-2025


Continue Reading...

Thursday, August 25, 2016

Ngobrol Bareng Blogger Lebih Seru Karena Sakuku


Selasa, 9 Agustus lalu, saya dan teman-teman blogger Makassar mendapat undangan dari BBlog dan BCA untuk hadir di acara Ngobrol Bareng Blogger. Acaranya berlangsung di Bistropolis, salah satu tempat hangout kekinian di kota Makassar. Tempat yang lumayan cozy untuk orang-orang yang ingin membunuh kepenatan dari rutinitas seharian.

Tepat pukul 18.30 acara dimulai dengan hiburan dari salah satu band lokal Makassar. Sambil menyantap makanan pembuka, beberapa undangan yang hadir turut menyumbang suara emas mereka tak terkecuali dari pihak BCA. Acara yang dikemas dengan suasana kekeluargaan ini menghadirkan kurang lebih 30an Blogger se-kota Makassar.

Di tengah-tengah blogger juga turut hadir seorang selebgram yang memberikan tips dan trik fotografi yang baik di instagram. Beliau adalah Al-hafsi sang pemilik akun @hhcacii_ di instagram. Usia memang tidak menjamin profesionalitas seseorang. Salah satu buktinya walau di usia yang baru menginjak 19 tahun, Al-hafsi sudah mampu menghasilkan pundi-pundi Rupiah dari sosial medianya sendiri. Hal ini menjadi motivasi untuk beberapa blogger yang jauh lebih tua dari dia untuk berkarya lebih nyata.

“Perencanaan yang matang”, ini adalah kalimat yang pertama diserap oleh otak saya saat Al-hafsi memberikan penjelesan. Ternyata perencanaan dalam mengunggah foto di instagram itu sangatlah penting. Untuk mendapatkan kualitas foto yang baik, sebaiknya dilakukan editing sederhana di smartphone. Caption yang di berikan juga harus senada dengan gambar yang diunggah tersebut.

Caption yang galau dan bikin baper biasanya saya gunakan. Dan tanggapannya cukup baik. Karena ternyata sebagian besar follower saya adalah anak remaja”, tuturnya.

Perencanaan waktu pengunggahan di Instagram juga harus diperhatikan, biasanya jam 10 pagi, 5 sore, dan 10 malam. Selain itu, terlalu banyak post dalam sehari juga akan mempengaruhi mood followers. Intinya jangan menyebar spam kepada followers kita.


Di penjelasan selanjutnya, kami diperkenalkan dengan aplikasi keren dari BCA yang dapat dipakai untuk melakukan berbagai transaksi perbankan. BCA melakukan inovasi ini dengan tujuan untuk memberikan kemudahan buat masyarakat, khususnya kaum muda yang mobilitasnya tinggi dan hobi nongkrong. Beragam inovasi yang telah beredar di masyarakat misalnya saja Flazz BCA, Tahapan Xpresi BCA, dan  terbaru ini SAKUKU. Pada kesempatan ini, pihak BCA yang diwakilkan oleh Diandra memperkenalkan SAKUKU sebagai inovasi terbaru BCA.

SAKUKU memiliki banyak keuntungan diantaranya, kita sebagai calon pengguna cukup mengunduh aplikasi Sakuku dari application store/ play store, serta pastikan smartphone kamu mendukung, untuk pengguna Android (OS 4.0 ke atas) atau iPhone (iOS 7.1 ke atas). Nomor handphone kita yang akan menjadi nomor kepemilikan SAKUKU, jadi akan lebih praktis dan mudah. Selain itu pastinya gratis biaya administrasi tiap bulannya.

Ini SAKUKU, Mana SAKUmu?

Saat ini, Sakuku lagi mengadakan event Food & Beverage Festival Sakuku, dan ada banyak diskon yang ditawarkan di berbagai merchant yang bekerjasama dengan SAKUKU.  Periode nya dari tanggal 29 Juli – 11 September 2016, setiap hari Jumat, Sabtu, dan Minggu.  Pakai Sakuku, melakukan transaksi pembelian pulsa dengan cara yang lebih mudah juga bisa dilakukan.
Kamu bisa mendapatkan lebih banyak fitur menarik, kalau kamu mengaktivasi Sakuku Plus. Diantaranya yakni:

Transfer

Kita bisa melakukan transfer uang atau minta transfer ke teman yang juga memiliki SAKUKU. Dengan minimal transfer sebesar Rp 5.000. namun syaratnya kita dan teman kita harus lebih dulu mengaktifkan SAKUKU PLUS. Kalau salah satunya tidak aktif, kita tidak bisa melakukan transfer.

Split Bill

Fitur ini adalah yang paling kekinian, di mana dengan fitur ini kita bisa berbagi tagihan sama teman-teman kita. Pokoknya saat kita melakukan pembayaran bisa dibagi rata. Nah, jumlah maksimal orang yang bisa berbagi tagihan ini adalah 10 orang termasuk kamu sendiri. Tapi jangan lupa kamu dan teman-temanmu harus mengaktifkan SAKUKU PLUS.

Tarik Tunai di ATM BCA

Kebayang gak sih, tanpa kartu ATM kita bisa melakukan tarik tunai di ATM BCA. Syaratnya adalah aktifkan dulu SAKUKU PLUS, kita bisa menarik uang tunai kelipatan Rp 50.000 dengan maksimal Rp 1.250.000. Lumayan untuk orang yang sering lupa bawa dompet.

Nah, bagaimana sih cara mengaktifkan SAKUKU PLUS?
Ada 3 cara:

1.      Penawaran otomatis bagi pengguna m-BCA
Khusus untuk kita yang memiliki nomor handphone yang sama antara SAKUKU dan m-BCA, serta aktif melakukan transaksi dalam 1 bulan terakhir, saat login pertama kali kita akan ditawarkan untuk mengaktifkan SAKUKU PLUS

2.      Menu Aktivasi SAKUKU PLUS
Nah, untuk kita yang memiliki kartu Paspor BCA dapat melakukan aktivasi SAKUKU dengan menu SplitBill/Transfer/Tarik Tunai pada aplikasi SAKUKU, maka akan ditawarkan untuk melakukan aktivasi SAKUKU PLUS

3.      Datang Ke Cabang
Bagi nasabah lainnya alias bukan nasabah BCA, kita bisa datang langsung ke cabang BCA terdekat dengan membawa identitas diri (KTP).


Setidaknya sebagian besar orang akan mencari fitur-fitur yang bisa menunjang dirinya untuk mengakses beragam kebutuhan dengan mudah. Nah, dengan acara ngobrol bareng blogger ini sebagian besar mata telah melihat peluang untuk menggunakan fitur-fitur yang bisa diakses secara mudah.

Jadi ucapan terimakasih untuk BBlog dan BCA yang telah mengundang saya mengikuti acara keren seperti ini. Semoga kedepannya, bisa hadir diacara yang sama atau lebih keren lagi yang ini.

Makassar, 12 Agustus 2016

Continue Reading...

Friday, June 17, 2016

Gerakan Anak Muda Peduli Lingkungan dan Kependudukan


“Berikan Aku 1000 orang tua, akan kucabut semeru dari akarnya, dan berikan aku 10 anak muda, akan kugancangkan dunia.” – Ir. Soekarno

Teman muda yang penuh aksi. Setelah membaca beberapa artikel tentang lingkungan dan kependudukan sudah kah kita memutuskan untuk melakukan aksi? Hmm. Ingat yah, kalau mau melakukan aksi jangan sendiri. Masih banyak anak muda yang sama dengan kita kok. Anak muda yang peduli pada kondisi negeri dan bangsanya.

Kali ini kita akan berbagi tentang beberapa gerakan - gerakan anak muda peduli lingkungan dan kependudukan, semoga saja gerakan mereka juga ada di sekitar teman muda. Sehingga kita bisa melakukan kolaborasi aksi yang lebih besar dan berdampak lebih luas dalam masyarakat tentunya. Berikut penjelasannya;

Earth Hour

Ini adalah salah satu kampanye WWF, organisasi konservasi terbesar di dunia yang berupa ajakan untuk individu, keluarga, komunitas, praktisi bisnis dan pemerintah di seluruh dunia untuk turut serta mematikan lampu dan peralatan elektronik yang sedang tidak terpakai selama 1 jam pada setiap hari sabtu terakhir minggu ketiga bulan maret setiap tahunnya.

Gerakan Earth Hour ini berlangsung sejak tahun 2007 dan dilaksanakan di seluruh dunia. Gerakan global ini memiliki cabang-cabang hampir di seluruh kabupaten atau kota. Teman muda bisa mencari tahu lewat sosial media, sehingga bisa ikut menjadi bagian dari gerakan cinta lingkungan ini.

Gerakan Indonesia Diet Kantong Plastik (GIDKP)

Ini adalah gerakan yang tumbuh dan berkembang di dalam negeri. Gerakan yang awalnya di inisiasi oleh Greeneration Indonesia di Bandung tahun 2010. Kampanye diet kantong plastik di lakukan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait penggunaan kantong belanja bukan hanya dengan kantong plastik.

Kampanye ini bukanlah kampanye untuk melarang penggunaan kantong plasti secara total. Akan tetapi mengajak masyarakat untuk bijak dalam penggunaan kantong plastik, karena kantong plastik dapat berdampak buruk untuk lingkungan dan manusia juga akhirnya.

Indonesia Berkebun

Indonesia berkebun adalah gerakan komunitas yang bergerak melalui media jejaring sosial (twitter, facebook, dan lain sebagainya) yang bertujuan untuk menyebarkan semangat positif dalam kepedulian pada lingkungan dan perkotaan dengan program urban farming, yaitu memanfaatkan lahan tidur di kawasan perkotaan diubah menjadi lahan pertanian/ perkebunan produktif yang dilakukan oleh peran masyarakat sekitar.

Gerakan ini sudah berkembang hingga 30 kota dan 8 kampus di Indonesia. Bagi teman muda yang tertarik untuk menjadi orang yang terlibat dalam Indonesia berkebun dapat segera mencari tahu melalui sosial media. Kalau misalnya kota teman muda belum masuk dari 30 kota tersebut, teman muda bisa menjadi inisiator gerakan Indonesia berkebun di kota tersebut. Wah keren tuh teman muda.

Genre (Generasi Berencana), PIK-R dan PIK-M

Generasi berencana adalah salah satu gerakan untuk mengajak anak muda dalam merencanakan masa depan sejak dini. Perencanaan masa depan terkait dengan masalah kependudukan yakni untuk mencegah tingginya kasus pernikahan anak, penggunaan napza, dan perilaku berisiko lainnya.

Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) di SMA, dan Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIK-M) di Kampus adalah sebuah organisasi yang paling sering meyuarakan gerakan Genre ini. PIK merupakan perpanjangan tangan dari BKKBN dalam mensosialisasikan isu kependudukan kepada generasi muda. Hampir seluruh Indonesia gerakan Genre ini sudah di sosialisasikan dengan terbentuknya PIK di setiap sekolah dan perguruan tinggi.

Aliansi Remaja Independen (ARI)

Organisasi anak muda ini mendeklarasikan diri sebagai organisasi dari remaja, oleh remaja, dan untuk remaja. Sebuah organisasi yang memiliki misi yakni bermitra dengan pemerintah untuk memastikan setiap remaja Indonesia mencapai status kesehatan yang optimal, menyelesaikan pendidikan wajib belajar, dan mendapat kesempatan kerja yang sesuai dengan bidang dan kapasitasnya.

Adapun gerakan-gerakan yang ARI lakukan adalah penguatan kapasitas anggota, penelitian, peningkatan kesadaran masyarakat, berjejaring dengan mitra, dan advokasi. Bagi teman muda yang tinggal di daerah Jakarta, Kupang, Mataram, Makassar, dan Pati bisa ikut terlibat dan menjadi anak muda yang berdaya.

Demikianlah lima Gerakan peduli lingkungan dan kependudukan yang layak sebagai referensi untuk teman muda. Sebenarnya masih banyak gerakan anak muda lainnya yang tidak kalah keren dan bagus dari gerakan-gerakan diatas. Ini hanya menjadi referensi tambahan untuk teman muda menjadi anak muda yang peduli masa depan.

Kembali lagi pada quotes diatas bahwa Ir. Soekarno berharap anak muda Indonesia dapat mengguncangkan dunia dengan karya dan gerakan mereka. Ada banyak masalah pada anak muda, ada bayak solusi dari anak muda. Nantikan artikel selanjutnya yah. Untuk info lebih lanjut tentang kependudukan klik di sini.

Continue Reading...